Setelah pulang ke rumah, bocah 9 tahun itu tiba-tiba demam tinggi dan terus menangis kesakitan. Ibu korban panik dan meminta obat kepada sang dokter.
Namun obat itu tak mampu untuk mengobati rasa sakit sang anak. Prosedur sunat yang semestinya membuat alat vital anaknya menjadi lebih sehat justru rusak.
Akibatnya, ibu korban harus membawa anaknya menjalani serangkaian operasi pasca kesalahan tindakan sunat yang dialami untuk memperbaiki bentuk alat vital. Operasi dilakukan di sejumlah rumah sakit mulai dari Pontianak hingga Jakarta.
Kelainan alat vital anak itu terjadi dari perubahaan bentuk fisik hingga lubang saluran kencing berpindah ke bawah. Hal ini menyulitkan saat kencing atau buang air kecil dan mengeluh kesakitan.
Ibu korban meminta dokter yang mengkhitan anaknya untuk bertanggung jawab. Namun setelah dilakukan sejumlah mediasi yang difasilitasi KPAID dan IDI Kalbar malah menemui jalan buntu.
Ibu korban pun langsung melaporkan sang dokter ke kepolisian dengan dugaan malpraktik. Saat ini, kasus tersebut masih dilakukan penyelidikan.
Editor : Hikmatul Uyun
Artikel Terkait