Ketupat Gantung di Hutan Kalimantan: Uji Kesabaran dan Ketangkasan Jemari Bayi Orangutan

Dzulfikar Ash
Di Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Long Sam, Kampung Merasa, Kabupaten Berau, yang dikelola Conservation Action Network (CAN), ketupat digantung di area bermain anak orangutan. Foto: Ist

Bedanya, ketupat diisi dengan kombinasi buah, selai, dan madu, lalu digantung di dahan untuk menyesuaikan dengan kondisi alami hutan.

Manajer BORA, Widi Nursanti, mengatakan variasi sederhana seperti ini penting untuk menjaga perkembangan perilaku satwa.

“Enrichment membuat mereka tetap sibuk, berpikir, belajar, dan mencari cara untuk mendapatkan makanan,” jelasnya.

Menurut Widi, kreativitas dalam penyajian menjadi kunci utama.

“Melalui media seperti ketupat, mereka terpancing untuk melakukan problem solving, menggunakan penciuman, serta mengasah kemampuan fisik. Ini juga mencegah kejenuhan selama rehabilitasi,” tambahnya.

Upaya ini mendapat dukungan dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur. Kepala BKSDA Kaltim, M. Ari Wibawanto, menilai pendekatan tersebut relevan dengan kebutuhan satwa.

“Pemberian enrichment bertema ketupat ini merupakan bentuk dedikasi agar proses rehabilitasi tetap berjalan dinamis, bahkan di momen hari besar,” ujarnya.

Ia menegaskan, inti rehabilitasi bukan sekadar merawat, tetapi memastikan satwa tetap memiliki insting liar.

“Satwa harus tetap ‘sibuk’. Ketupat ini menjadi alat problem solving yang efektif. Mereka dilatih untuk mencari dan mengupayakan makanan, seperti di alam liar,” katanya.

Bagi BKSDA, momen “kupatan” ini bukan sekadar simbol perayaan, melainkan juga sarat harapan.

“Setiap proses belajar adalah langkah menuju kepulangan mereka ke habitat aslinya,” tutup Ari.

Di tengah riuh perayaan Lebaran manusia, ada kisah lain yang berjalan tenang di bawah kanopi hutan Berau. Tentang ketupat, tentang latihan, dan tentang masa depan orangutan yang tengah dipersiapkan untuk kembali pulang.

Editor : Dzulfikar

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network