get app
inews
Aa Text
Read Next : Bocah 11 Tahun di Kukar Disetubuhi Buruh Perkebunan Sawit, Modus Diajak Jalan-jalan

Drama Penangkapan Anak Kiai Jombang: Pesantren 12 Jam Dikepung Polisi, Ratusan Orang Ditangkap

Jum'at, 08 Juli 2022 | 07:43 WIB
header img
Polisi mengepung Pondok Pesantren Shiddiqiyah. (foto: antara)

JOMBANG, iNewsKutai.id - Tersangka pelaku pencabulan santriwati Moch Subchi Azal Tsani (MSAT) alias Mas Bechi, akhirnya bisa ditangkap Polda Jawa Timur. Namun, penangkapan itu disertai drama panjang dan negoisasi yang alot.

Pada upaya penangkapan kali ini, polisi mengerahkan ratusan personel Polres Jombang dan Polda Jatim. Bahkan Brimob bersenjata lengkap dan tameng dikerahkan ke lokasi sejak pukul 07.00 WIB.

Polisi yang melakukan penyisiran di dalam pesantren yang terkepung bahkan tidak menemukan tersangka. Akhirnya polisi melunak dan kembali menempuh upaya negoisasi dengan pemimpin Pondok Pesantren Shiddiqiyah.

Berikut fakta-fakta penangkapan pelaku pencabulan santriwati:

1. Pesantren Dikepung Lebih dari 12 Jam 

Ratusan polisi dikerahkan mengepung Pondok Pesantren Shiddiqiyah sejak Kamis (7/7/2022) pukul 07.00 WIB, anggota kepolisian dari Polres Jombang dan Polda Jatim, termasuk Brimob bersenjata lengkap dan tameng dikerahkan ke lokasi.

2. Dihalangi pendukung 

Sejumlah pendukung menghalang-halangi polisi yang hendak menangkap Mas Bechi. Sempat terjadi dorong-dorongan antara polisi yang berupaya masuk ke pesantren dengan sejumlah orang. Pada siang hari ada puluhan orang yang diamankan polisi. "Yang kami amankan sekitar 60 orang. Di dalam juga masih kami periksa, kami pilah, mudah-mudahan cepat," kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Dirmanto. 

3. Polisi Terluka 

Penangkapan Mas Bechi yang dihalangi pendukungnya menimbulkan ketegangan. Ada seorang polisi yang terluka. Dia digotong dan dilarikan ke rumah sakit dengan tangan berdarah. Setelah terjadi ketegangan itu, polisi berhasil masuk ke lingkungan pesantren. "Ada upaya paksa petugas dan dorong-dorongan. Namun polisi kini sudah masuk di dalam," ujar Dirmanto yang juga berada di lokasi.

Editor : Abriandi

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut