Otorita IKN Nusantara Tak Mau Warga Lokal Jadi Penonton di Ibu Kota Baru

Abriandi
.
Jum'at, 05 Agustus 2022 | 06:03 WIB
Otorita IKN Nusantara tak mau warga lokal Kaltim dari penonton di ibu kota baru. (foto: ilustrasi/ist)

SEPAKU, iNewsKutai.id - Kepala Otorita Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara Bambang Susantono, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah, dan Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor membuka Pelatihan Kerja Berbasis Kompetensi (PBK) Tahap 2 bagi masyarakat kawasan IKN, Kamis (4/8/2022).

Pelatihan ini merupakan kelanjutan dari PBK Tahap 1 yang dilaksanakan pada 4-27 Juli bersama Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Samarinda 2022 di Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara.

Kepala Otorita IKN Bambang Susantono ingin memastikan dengan adanya pelatihan, masyarakat lokal dapat benar-benar berpartisipasi dalam pembangunan IKN.

“Harapan kami di Otorita, semua saudara-saudara yang berada di sekitar Otorita IKN atau bahkan ada di dalam tidak menjadi penonton dalam proses pembangunan IKN,” ungkapnya.

Menurut Bambang IKN ini adalah world class city for all sebuah kota berkelas dunia untuk semua sehingga diharapkan semua masyarakat di kawasan IKN dapat berpartisipasi melalui peningkatan kompetensi.

“Yang kurang sedikit skill-nya bisa disebut upskilling atau bahkan reskilling. Kita berikan pelatihan-pelatihan sehingga ibu-bapak mampu untuk bersama-sama membangun dengan sebaik-baiknya untuk kota kita yang tercinta ini,” ujar Bambang.

Tidak hanya itu, Bambang juga menghimbau perbankan dan semua lembaga finansial untuk membantu mengembangkan UMKM di IKN.

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menegaskan bahwa semua masyarakat di sekitar IKN adalah aktor utama pembangunan IKN Nusantara.

“Kemenaker ingin meneguhkan komitmen pemerintah khususnya Kementerian Ketenagakerjaan untuk memastikan masyarakat di sekitar Ibu Kota Nusantara ini bukan jadi penonton tetapi menjadi aktor utama dalam pembangunan Ibu Kota Negara Ini,” kata Ida.

Kemenaker mendukung penyiapan tenaga kerja di IKN melalui BPVP Samarinda dan lima balai besar pelatihan vokasi yang ada di Indonesia, yaitu Balai Besar di Bekasi, Medan, Semarang, Serang, dan Bandung.

Selain itu untuk mendukung penyiapan tenaga kerja kompeten, Kemenaker menyiapkan penyiapan anjungan siap kerja, pelaksanaan program perluasan kesempatan kerja berbasis kawasan, dan inisiasi pembentukan tim koordinasi daerah vokasi IKN Nusantara.

Pelatihan tahap dua ini terdapat 9 Paket PBK dengan total peserta sebanyak 144 orang. Adapun jenis pelatihannya antara lain program pelatihan pengecatan, pelatihan barista, pelatihan pembuatan roti dan kue, pelatihan hidroponik, pelatihan menjahit pakaian wanita dewasa, pelatihan sablon/digital printing, pelatihan pembuatan batik tulis, pelatihan operator excavator, dan program pelatihan operator dump truck.

Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor mengatakan, pelatihan yang dibuka saat ini adalah pelatihan berbasis kompetensi yang benar-benar banyak dibutuhkan oleh perusahaan guna menunjang pembangunan di IKN, sehingga prospek terserap dalam lapangan kerja juga sangat besar.

Editor : Abriandi
Bagikan Artikel Ini