Prioritaskan Tenaga Kerja Lokal, Pemerintah Tepis Pekerja Asing di IKN Nusantara

Agung Bakti Sarasa
.
Minggu, 28 Agustus 2022 | 12:48 WIB
Kementerian PUPR memastikan seluruh pekerja di IKN Nusantara merupakan tenaga kerja lokal. (Foto: Ilustrasi/Dok)

BALIKPAPAN, iNewsKutai.id - Pemerintah menepis kekhawatiran masuknya pekerja asing dalam proyek infrastruktur di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) memastikan, seluruh pekerja merupakan masyarakat lokal.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian PUPR, Mochammad Zainal Fatah mengungkapkan, hingga akhir 2022 mendatang, pemerintah membutuhkan sekitar 9.300 tenaga kerja yang terbagi dalam lima angkatan.

Jumlah tersebut akan bertambah hingga 250.000 pada 2024 mendatang seiring rampungnya infrastruktur dasar IKN Nusantara. Fatah menegaskan, hingga saat ini, tidak ada pekerja asing yang terlibat dalam pembangunan insfrastruktur IKN. 

Dia menyatakan bahwa dari 1.535 pekerja angkatan pertama 2022 yang menjalani pelatihan didominasi warga lokal. Hal ini sejalan dengan komitmen pemerintah untuk memprioritaskan tenaga kerja dalam negeri.

"Sampai sekarang, asing tidak ada. Prioritas lokal pasti karena kan biaya mobilisasi juga besar," ujarnya  seusai membuka Pelatihan dan Sertifikasi Tenaga Kerja Kontruksi (TKK) untuk Penyiapan Pembangunan Infrastruktur IKN di Bendungan Sepaku Semoi, Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur (Kaltim), Sabtu (27/8/2022). 

Fatah juga mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja hingga akhir 2022 nanti, pihaknya akan membuka pendaftaran tenaga kerja IKN melalui website, termasuk media sosial (medsos). 

"Pendaftaran ini akan diumumkan Balai Jasa Konstruksi Wilayah (BJKW) melalui website atau media sosial," kata Fatah seraya mengatakan bahwa akan ada 25 jabatan kerja yang dapat diisi oleh para calon tenaga kerja. 

Disinggung keterlibatan mahasiswa dalam pembangunan infrastruktur IKN, Fatah menjelaskan bahwa para mahasiswa sengaja dilibatkan karena pembangunan infrastruktur IKN pun menerapkan teknologi, seperti teknologi 3D. 

"Jadi nanti kita bisa bayangkan (pembangunan infrastruktur IKN) bisa dilihat secara 3D karena para perancang pun sudah menggunakan teknologi 3D, termasuk metaverse dan itu kita maksimalkan mahasiswa karena pembangunan IKN ini kita jadikan juga momentum untuk belajar teknologi," katanya.

Editor : Abriandi
Bagikan Artikel Ini