Kebutuhan Minyak Goreng Kaltim 455 Ton per Bulan, Pemprov Jamin Stok Aman

SAMARINDA, iNewsKutai - Pemprov Kaltim menjamin pasokan minyak goreng terutama di pasar tradisional menyusul penerapan harga eceran tertinggi (HET) Rp11.500. Saat ini, stok yang tersedia mencapai 738.500 liter atau 615 ton.
Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM Provinsi Kaltim HM Yadi Robyan Noor menjelaskan, kebutuhan minyak goreng di Benua Etam mencapai 546.000 liter atau sekitar 455 ton. Dia menjamin, ketersediaan pasokan menyusul penyesuaian harga yang dilakukan pemerintah terhitung mulai Selasa (1/2/2022), hari ini.
"Penyesuaian ini adalah dinamika agar harga minyak goreng tetap terkendali. Pemerintah hadir untuk membantu masyarakat dengan memastikan harga terjangkau dan pasokan tersedia," kata HM Yadi Robyan Noor.
Sesuai instruksi Kementerian Perdagangan, HET minyak curah yakni Rp11.500, kemasan sederhana Rp13.500, dan minyak goreng premium Rp14.000. Yadi mengungkapkan, saat ini pasokan yang beredar di pasar tradisional maupun ritel modern mencapai 658.500 liter atau sekitar 549 ton.
Ketersediaan minyak goreng juga diperkuat dengan kuota operasi pasar sebesar 80.000 liter atau sekitar 67 ton dari PT Kutai Refinery Nusantara dalam Program Minyak Goreng Satu Harga.
Dia menambahkan, untuk konsumsi rumah tangga dibutuhkan sekitar 376.740 liter yang terdiri dari 293.311 liter kemasan premium, 22.277 liter kemasan sederhana dan 55.692 liter curah. Sementara untuk kebutuhan industri berkisar 169.260 liter.
Editor : Abriandi