Bacaan Niat Puasa Syawal, Arab dan Latin Lengkap dengan Tata Caranya

JAKARTA, iNewsKutai.id - Bacaan niat puasa Syawal penting diketahui umat Islam yang ingin mengerjakan puasa sunnah setelah puasa Ramadhan tersebut. Puasa syawal dikerjakan selama 6 hari selama bulan Syawal.
Mazhab Syafi'i, Hanbali dan Hanafi menyatakan hukum puasa Syawal 6 hari setelah Ramadhan adalah sunnah. Sementara Mazhab Maliki menyataka hukumnya makruh.
Puasa Syawal menurut jumhur ulama menyandarkan pendapat mereka bahwa puasa 6 hari syawal itu dengan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitab shahih-nya.
Diriwayatkan dari sahabat Abu Ayyub al-Anshariy, Nabi Muhamamd SAW bersabda:
مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ
“Sapa yang berpuasa Ramadhan kemudian diikuti dengan puasa enam hari di bulan syawal, maka ia seperti berpuasa setahun penuh” (HR Muslim, Kitab al-Shiyam, Bab Kesunahan puasa 6 hari syawal)
Kesahihan dalil puasa Syawal diungkapan Syekh Abdullah bin Abdul al-Bassam.
"Hadis berpuasa enam hari di bulan Syawal merupakan hadis yang shahih, hadis ini memiliki periwayatan lain di luar hadis Muslim. Selain hadis Muslim yang meriwayatkan hadis berpuasa enam hari di bulan Syawal antara lain; Ahmad, Abu Dawud, dan at-Tirmidzi,"
Puasa Syawal 6 hari ini boleh dilaksanakan mulai 2 Syawal. Dalam hadis disebutkan, dari Abu Sa’id al-Khudri, dia berkata,
عن عمر بن الخطاب وأبي هريرة وأبي سعيد رضي الله عنهم أن رسول الله صلى الله عليه وسلم نهى عن صوم يوم الفطر ويوم الأضحى
"Nabi Muhammad Saw., melarang berpuasa pada dua hari raya; Idul Fitri dan Idul Adha. (maksudnya tanggal satu Syawal atau sepuluh bulan Dzulhijjah). Praktik berpuasa 6 hari di bulan Syawal sama dengan berpuasa di bulan Ramadhan, boleh bersahur dan berhenti sahur saat waktu imsak,".
Perbedaannya, pada saat melaksanakan puasa 6 hari di bulan Syawal, boleh dilakukan secara berurutan atau berselang hari selama masih di bulan Syawal.
نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلهِ تَعَالَى
(Nawaitu shauma ghadin ‘an adaa’i sunnatis Syawwaali lillaahi ta’aala)
Artinya : Aku berniat puasa sunnah Syawal esok hari karena Allah SWT.
Niat Puasa Syawal 6 Hari
ٍََََََُْْْ ٍَِ ًٍَََُِْ ََََِ
(Nawaitu Shauma Ghadin ‘Ansittatin Min Syawaali Sunnatan Lillaahi Ta’aalaa)
Artinya : Aku niat berpuasa sunnah 6 Hari bulan Syawal karena Allah Ta’ala”.
Tata Cara Puasa Syawal
Puasa Syawal dikerjakan mulai tanggal 2 hingga penghujung bulan Syawal. Sebelum berpuasa, penting bagi umat Muslim mengetahui tata caranya berikut ini:
1. Membaca Niat Puasa
Membaca niat puasa Syawal pada malam hari berbarengan dengan makan sahur atau sebelum terbit fajar.
2. Makan Sahur
Salah satu sunnah puasa yakni makan sahur. Dalam sahur ada keberkahan dan mendapat pahala. Namun tidak masalah jika tidak sahur karena lupa ketiduran.
3. Menahan Diri dari yang Membatalkan Puasa
Agar puasa Syawal yang dijalankan tidak sia-sia harus bisa menahan diri dari hal-hal yang dapat membatalkan puasa seperti makan, minum, bersenggama, dan hal-hal lainnya.
4. Berbuka Puasa
Sunnah puasa adalah menyegerakan berbuka puasa. Jika sudah waktunya berbuka dianjurkan untuk membatalkan puasa meski hanya dengan seteguk air.
Demikian niat puasa syawal lengkap dengan tata caranya.
Editor : Abriandi