Festival Beduk Sahur Sungai Mariam Diserbu Ribuan Warga, 30 Peserta Tampil Kreatif
“Kami berterima kasih kepada Kepala Desa Sungai Mariam yang rutin menggelar festival ini. Kegiatan seperti ini sangat baik untuk meramaikan bulan Ramadan dan memberi wadah bagi anak-anak muda untuk berkegiatan positif,” ujar Rendra.
Ia menambahkan, melalui kegiatan Kampung Ramadan, pemerintah kecamatan mendorong tumbuhnya aktivitas ekonomi masyarakat. Menurutnya, festival semacam ini tidak hanya berdampak pada pelestarian budaya, tetapi juga pada perputaran ekonomi desa.
“Ini bukan sekadar lomba, tetapi bagian dari upaya membangkitkan UMKM masyarakat. Ramadan menjadi momentum untuk memperkuat kebersamaan sekaligus ekonomi warga,” ucapnya.
Sementara itu, salah satu peserta, Junaidi, mengaku telah melakukan persiapan jauh sebelum Ramadan tiba. Ia bersama timnya rutin berlatih demi menampilkan pertunjukan terbaik dalam festival tersebut.
“Kami mempersiapkan diri sejak sebelum bulan Ramadhan 2026. Karena ini acara tahunan, kami ingin tampil maksimal,” kata Junaidi.
Ia menjelaskan, kelompoknya tidak hanya fokus pada tabuhan beduk, tetapi juga menampilkan miniatur masjid dengan konsep kearifan lokal. Miniatur tersebut menggambarkan kehidupan masyarakat Sungai Mariam yang mayoritas berprofesi sebagai nelayan dan petambak udang.
“Kami mengangkat tema pesisir, karena di Sungai Mariam kebanyakan masyarakatnya nelayan dan petambak udang. Jadi ada ornamen perahu dan tambak dalam miniatur yang kami buat,” ujarnya.
Dentuman beduk yang menggema sepanjang malam menjadi simbol semangat kebersamaan warga Sungai Mariam dalam menyambut Ramadan. Festival Beduk Sahur pun tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga ruang ekspresi budaya dan kreativitas masyarakat desa pesisir tersebut.
Editor : Dzulfikar