Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Jalan Kubar–Mahulu Mulai Mulus, Harapan Warga Pedalaman Kaltim Perlahan Terbuka
Advertisement . Scroll to see content

Puluhan Warga Hadang Rombongan Ustaz Abdul Somad di Bandara Kutai Barat, Ini Alasan Mereka

Minggu, 05 Juli 2026 | 18:34 WIB
  • author Ardi Wiriya
Puluhan Warga Hadang Rombongan Ustaz Abdul Somad di Bandara Kutai Barat, Ini Alasan Mereka
Foto: Aksi Penolakan dari puluhan warga atas kedatangan Ustad Abdul Somad di Bandara Kutai Barat.

KUTAI BARAT, iNewsKubar.id – Kedatangan pendakwah Ustaz Abdul Somad di Kabupaten Kutai Barat, Kalimantan Timur, pada Jumat (3/7/2026), diwarnai aksi penolakan dari puluhan warga yang berkumpul di area bandara. Aksi tersebut sempat memicu ketegangan saat iring-iringan kendaraan yang membawa rombongan Abdul Somad hendak meninggalkan lokasi.

Berdasarkan video yang beredar di media sosial, sejumlah personel kepolisian dan TNI terlihat melakukan pengamanan di sekitar bandara. Massa sempat menghentikan laju rombongan kendaraan untuk menyampaikan aspirasi mereka, sebelum akhirnya situasi kembali terkendali dan rombongan melanjutkan perjalanan menuju lokasi kegiatan.

Aksi tersebut dikoordinasikan oleh Erika Siluq bersama kelompok yang mengatasnamakan Gerakan Aksi Massa 1.000 Gong. Mereka menyatakan penolakan terhadap kehadiran Abdul Somad yang dijadwalkan mengisi Tabligh Akbar dan peringatan Hari Lahir Pondok Pesantren Assalam Arya Kemuning pada 3–4 Juli 2026.

Erika menegaskan, tujuan massa mendatangi bandara bukan untuk menghalangi kedatangan Abdul Somad, melainkan agar dapat bertemu langsung dan menyampaikan aspirasi.

"Kami datang bukan untuk menghalangi beliau masuk ke Kutai Barat. Kami hanya ingin bertemu langsung dan menyampaikan harapan agar ceramah yang disampaikan tidak memprovokasi ataupun memecah belah kerukunan umat beragama di Kutai Barat," kata Erika saat dikonfirmasi, Minggu (5/7/2026).

Menurutnya, sebelum aksi berlangsung, pihaknya telah mengirimkan surat kepada panitia penyelenggara agar difasilitasi berdialog dengan Abdul Somad. Namun hingga hari kedatangan, permintaan tersebut tidak memperoleh tanggapan.

"Kami sebelumnya sudah mengirimkan surat untuk meminta dialog dengan Ustaz Abdul Somad. Namun hingga kedatangannya, dialog tersebut tidak difasilitasi oleh pihak penyelenggara maupun kepolisian. Karena itu kami memutuskan datang ke bandara agar aspirasi kami bisa disampaikan secara langsung," ujarnya.

Dalam pernyataan sikap yang dibacakan saat aksi, Gerakan Aksi Massa 1.000 Gong menyebut penolakan dilakukan karena mereka menilai sejumlah materi ceramah Abdul Somad pada kesempatan sebelumnya berpotensi memunculkan perbedaan pandangan di tengah masyarakat yang majemuk.

Kelompok tersebut juga menyatakan upaya penolakan telah dilakukan jauh sebelum kegiatan berlangsung melalui forum dialog yang difasilitasi Pemerintah Kabupaten Kutai Barat dan Polres Kutai Barat. Namun, menurut mereka, panitia tetap melanjutkan agenda dengan menghadirkan Abdul Somad sebagai penceramah utama.

"Telah dilakukan aksi pernyataan penolakan jauh-jauh hari dan dialog yang difasilitasi pemerintah daerah serta Polres Kutai Barat. Namun panitia tetap bersikeras menghadirkan Ustaz Abdul Somad," demikian salah satu poin pernyataan sikap yang disampaikan massa.

Massa berharap penyelenggara kegiatan keagamaan di masa mendatang dapat menghadirkan penceramah yang dinilai mampu menyampaikan dakwah secara menyejukkan dan menjaga harmoni antarumat beragama di Kutai Barat.

Meski sempat diwarnai aksi penolakan, rangkaian Safari Dakwah Abdul Somad di Kutai Barat tetap berlangsung hingga selesai. Menjelang kepulangannya, Abdul Somad menyampaikan apresiasi kepada aparat kepolisian yang telah melakukan pengamanan selama kegiatan.

Dalam video yang beredar, Abdul Somad mengucapkan terima kasih kepada Kapolri, Kapolda Kalimantan Timur, dan Kapolres Kutai Barat atas pelayanan serta pengawalan yang diberikan selama dirinya berada di Kutai Barat.

"Saya ucapkan banyak terima kasih kepada Bapak Jenderal Listyo Sigit selaku Kapolri, Bapak Irjen Pol Endar selaku Kapolda Kalimantan Timur, dan Bapak Kapolres Kutai Barat yang sudah memberikan kenyamanan dan pelayanan selama saya berada di Kutai Barat hingga akan kembali pulang," ujar Abdul Somad.

Ia juga mendoakan seluruh aparat yang bertugas serta masyarakat yang telah membantu kelancaran kegiatan safari dakwahnya, sekaligus menyampaikan permohonan maaf apabila selama berada di Kutai Barat terdapat kekhilafan.


"Mudah-mudahan Allah memberikan balasan yang terbaik kepada seluruh aparat dan masyarakat yang telah membantu. Mohon maaf atas segala kesilapan dan kekhilafan saya. Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh," tutup Abdul Somad.

Editor: Dzulfikar

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut