Disentil Prabowo karena Absen di Rakornas, Seno Aji Minta Maaf: Kami Sedang Berjibaku Padamkan Api
SAMARINDA, iNewsSamarinda.id – Wakil Gubernur Kalimantan Timur, Seno Aji, menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada Presiden Prabowo Subianto setelah ketidakhadirannya dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) menjadi perhatian kepala negara.
Permohonan maaf itu disampaikan Seno melalui video yang diunggah di akun Instagram resminya, @senoaji.official, Jumat, 23 Oktober 2026, sekitar pukul 14.45 WITA.
Dalam video tersebut, Seno menjelaskan bahwa dirinya tidak dapat menghadiri Rakornas karena tengah menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Timur.
“Bapak Presiden yang terhormat, saya mohon maaf tidak dapat hadir di acara Rakornas yang baru saja diadakan karena kami sedang menjalankan pemadaman,” ujar Seno dalam video tersebut.
Seno menyebut Kalimantan Timur tengah menghadapi situasi siaga darurat akibat kebakaran hutan dan lahan. Kondisi itu membuat pemerintah daerah bersama unsur terkait harus memusatkan perhatian pada upaya pemadaman.
Menurut dia, penanganan kebakaran melibatkan berbagai unsur, mulai dari petugas penanggulangan bencana, TNI, Polri, hingga masyarakat yang ikut membantu di lapangan.
“Kami bersama-sama dengan BPBD, TNI, dan Polri, bersama masyarakat juga sedang berjibaku untuk memadamkan api tersebut,” katanya.
Di tengah upaya tersebut, Seno secara khusus meminta doa dan dukungan Presiden Prabowo serta masyarakat Indonesia agar kebakaran segera dapat dikendalikan.
“Kami mohon doanya dari Bapak Presiden dan dari seluruh masyarakat Indonesia agar kami bisa segera memadamkan api, tidak menimbulkan asap lagi, dan Kalimantan Timur kembali seperti sediakala,” ucapnya.
Permohonan maaf Seno muncul sehari setelah Presiden Prabowo menyinggung ketidakhadirannya dalam Rakornas TPAKD yang berlangsung di JIEXPO Kemayoran, Jakarta, Kamis, 22 Oktober 2026.
Saat itu, Prabowo sempat memanggil nama Seno Aji dalam forum resmi. Namun, Wakil Gubernur Kalimantan Timur tersebut tidak terlihat berada di ruangan.
Presiden kemudian melontarkan candaan mengenai uang perjalanan dinas pejabat yang tidak hadir.
“Waduh, dicatat, ya. Uang jalannya dikembalikan,” ujar Prabowo.
Candaan Presiden tersebut menjadi perhatian setelah rekaman momen itu beredar.
Sementara itu, melalui keterangan tertulis yang menyertai unggahan Instagram, Seno menegaskan bahwa penanganan karhutla bukan semata persoalan memadamkan api, melainkan juga menyangkut keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan.
“Di balik setiap titik api, ada lingkungan yang harus dijaga, masyarakat yang perlu dilindungi, serta masa depan yang harus kita selamatkan bersama,” demikian keterangan dalam unggahan tersebut.
Meski telah menyampaikan alasan ketidakhadirannya, Seno tidak merinci apakah sebelumnya telah memberikan pemberitahuan kepada penyelenggara Rakornas. Ia juga tidak menyinggung secara khusus candaan Presiden mengenai pengembalian uang perjalanan dinas.
Peristiwa ini memperlihatkan dua agenda pemerintahan yang berlangsung bersamaan. Di Jakarta, pemerintah pusat menggelar koordinasi nasional untuk memperluas akses keuangan daerah. Sementara di Kalimantan Timur, pemerintah daerah tengah menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan.
Seno menutup pernyataannya dengan kembali menyampaikan permohonan maaf kepada Presiden, sembari berharap kebakaran segera teratasi dan kondisi Kalimantan Timur kembali normal.
Editor: Dzulfikar