Dinkes Kukar Soroti Kebiasaan Minum Es Teh hingga Boba, Ingatkan Risiko Diabetes

Tim iNews Kutai
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Kartanegara, Ismi Mufidah. Foto: Pemkab Kukar

TENGGARONG, iNewsKutai.id – Kebiasaan mengonsumsi minuman manis menjadi perhatian Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Di tengah maraknya minuman kekinian, masyarakat diingatkan untuk lebih cermat memperhatikan asupan gula sehari-hari guna mengurangi risiko diabetes melitus.

Kepala Dinkes Kukar, Ismi Mufidah, mengatakan konsumsi gula tidak hanya berasal dari makanan manis. Minuman yang sering dikonsumsi masyarakat, mulai dari es teh, jus dengan tambahan susu hingga boba, juga dapat menyumbang asupan gula dalam jumlah besar.

Menurutnya, kebiasaan tersebut perlu mendapat perhatian karena diabetes kini tidak hanya ditemukan pada kelompok lanjut usia, tetapi juga pada anak-anak dan masyarakat usia produktif.

Data Dinkes Kukar mencatat 69 kasus diabetes pada kelompok usia 5–18 tahun. Sementara sepanjang Januari hingga September 2026, tercatat 25.520 kunjungan terkait diabetes di seluruh puskesmas di Kukar.

“Kalau kita lihat dari Januari sampai September ini, sudah 25.520 kunjungan di puskesmas. Ini belum lagi yang ada di rumah sakit,” ujar Ismi, Jumat (2/10/2026).

Tingginya angka kunjungan tersebut menunjukkan besarnya kebutuhan pelayanan terkait diabetes. Namun, jumlah kunjungan itu tidak dapat langsung diartikan sebagai jumlah penderita karena seorang pasien dapat melakukan pemeriksaan lebih dari sekali.

Ismi menilai perubahan kebiasaan konsumsi menjadi salah satu langkah penting dalam menjaga kesehatan masyarakat.

Ia mencontohkan minuman berbahan buah yang kerap dianggap sehat. Menurutnya, manfaat buah perlu dibedakan dari minuman olahan yang mengandung banyak gula atau bahan tambahan.

“Kalau mau makan atau minum buah, ya buah aslinya. Yang perlu diperhatikan itu tambahan-tambahannya,” jelasnya.

Bahkan, es teh yang mudah ditemukan di warung maupun tempat makan juga perlu diperhatikan kadar gulanya. Penambahan es terkadang diikuti penggunaan gula lebih banyak agar rasa manis tetap terasa.

Selain minuman, Ismi mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan porsi makanan pokok. Karbohidrat yang terkandung dalam nasi, misalnya, akan diolah tubuh menjadi glukosa.

“Jangan berpikir gula itu hanya didapat dari gula. Makanan, nasi misalnya, itu ada kandungan karbohidratnya yang juga akan berpengaruh terhadap gula dalam tubuh,” katanya.

Diabetes melitus merupakan penyakit kronis yang membutuhkan pengendalian secara berkelanjutan. Apabila kadar gula darah tidak terkontrol, penyakit tersebut dapat meningkatkan risiko gangguan pada jantung, ginjal, hingga mata.

Karena itu, Dinkes Kukar mengajak masyarakat mulai membatasi konsumsi gula tambahan, memperhatikan keseimbangan makanan, serta menerapkan kebiasaan hidup sehat sejak dini.

Upaya tersebut dapat dimulai dari keputusan sederhana, seperti meminta minuman dengan sedikit gula, mengurangi frekuensi membeli minuman manis, atau memilih buah utuh.

“Sekali-sekali boleh, tetapi tetap harus dikurangi gulanya. Kita mulai memilih yang lebih sehat untuk diri sendiri,” tutup Ismi.

Pesan tersebut menjadi penting mengingat diabetes juga ditemukan pada kelompok usia anak dan remaja. Meski demikian, tidak semua diabetes pada anak disebabkan oleh pola konsumsi gula karena penyakit ini memiliki beberapa tipe dan faktor risiko yang berbeda.

Editor : Vitrianda Hilba Siregar

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network