Salah satu kawasan yang mendapat perhatian adalah jalur Loa Tebu menuju Senoni dan Serbaya di Kecamatan Tenggarong. Ruas tersebut banyak dilalui warga, termasuk petani yang memulai aktivitas sejak dini hari.
Junaidi mengungkapkan, sebagian lampu di kawasan itu sudah menyala setelah dilakukan pemasangan. Namun, masih terdapat sekitar tiga kilometer ruas jalan yang perlu dituntaskan.
“Nah, mungkin hanya sekitar 3 kilo lagi tuntas itu sepanjang jalan. Saya dua malam yang lalu melakukan pengecekan ke lapangan itu sudah nyala,” katanya.
Pekerjaan serupa juga berlangsung di Tenggarong Seberang dan Loa Kulu. Di Kecamatan Loa Kulu, penerangan menyasar jalan poros menuju Jonggon, kawasan Margasari, serta jalur penghubung Loa Kulu–Loa Janan.
Dishub Kukar menargetkan seluruh paket pemasangan LPJU yang dibiayai anggaran daerah selesai paling lambat 27 November 2026, sesuai jadwal kontrak terakhir.
“Insyaallah terakhir itu kontrak kita di 27 November. Ada yang kontrak kita berakhir di 6-7 Oktober ini, sudah selesai. Ada yang 15 Oktober, dan ada yang terakhir itu ada di November,” ujarnya.
Meski pemasangan ribuan lampu terus berjalan, kebutuhan penerangan di wilayah yang belum memiliki jaringan listrik masih menjadi pekerjaan lanjutan.
Dishub Kukar berharap pengajuan bantuan APBN dapat memperluas layanan penerangan jalan, khususnya di kawasan yang belum memungkinkan menggunakan LPJU dengan pasokan listrik konvensional.
Editor : Suriya Mohamad Said
Artikel Terkait
