Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Saat Korban Bertambah, Pertanyaan Lama Kembali Muncul: Mengapa Ponpes Ini Masih Beroperasi?
Advertisement . Scroll to see content

Santri Tewas Dikeroyok 17 Orang di Pesantren, Disiksa Pakai Kabel Setrika dan Gagang Sapu

Selasa, 09 Januari 2024 | 10:48 WIB
  • author Solichan Arif/Abriandi
Santri Tewas Dikeroyok 17 Orang di Pesantren, Disiksa Pakai Kabel Setrika dan Gagang Sapu
MA, seorang santri pondok pesantren di wilayah Kelurahan Kalipang, Sutojayan, Blitar, Jawa Timur tewas dikeroyok 17 orang santri. (foto: ilustrasi/ist)

BLITAR, iNewsKutai.id - Nasib tragis dialami MA (14) seorang santri pondok pesantren di wilayah Kelurahan Kalipang, Sutojayan, Blitar, Jawa Timur. Dia tewas dikeroyok 17 orang santri lainnya di dalam kompleks pesantren.

Sebelum tewas, MA sempat koma selama 5 hari di rumah sakit setelah dihajar beramai-ramai menggunakan kabel setrika, gagang sapu, pukulan dan tendangan seniornya di pesantren.

Kasatreskrim Polres Blitar AKP Febby Pahlevi Rizal mengungkapkan, korban meninggal akibat luka parah di bagian kepala serta memar di sekujur tubuh. MA akhirnya meninggal dunia pada Minggu (7/1/2024) di RSUD Ngudi Waluyo Wlingi Blitar. 

AKP Febby menjelaskan, MA dikeroyok rekan-rekannya sesama santri di Ponpes Kalipang Sutojayan pada Selasa (2/1/2024) malam. Awalnya, korban dituduh mencuri uang.

"Sebelum kejadian, persoalan tuduhan mencuri uang di lingkungan ponpes itu sudah mencuat pada Desember 2023 tapi berhasil didamaikan. Namun pada Selasa malam (2/1/2024), korban kembali dituduh hingga berujung pengeroyokan,"jelasnya. 

Editor: Abriandi

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut