get app
inews
Aa Text
Read Next : Feri Tenggelam di Sungai Mahakam, Respons Cepat Warga Selamatkan Seluruh Penumpang

Selamat Jalan Lion, Pesut Legendaris Penghuni Mahakam Sejak 1999 Ditemukan Mati

Kamis, 07 Mei 2026 | 15:56 WIB
header img
Foto: Penanganan Lion, seekor pesut yang ditemukan mati terdampar di perairan Desa Liang. (Foto: Yayasan RASI)

TENGGARONG, iNewsKutai.idSungai Mahakam kembali membawa kabar duka. Seekor Pesut Mahakam jantan bernama Lion ditemukan mati mengapung di perairan Desa Liang, Kecamatan Kota Bangun, Kutai Kartanegara, Selasa (5/5/2026).

Satwa langka yang selama puluhan tahun hidup di Sungai Mahakam itu ditemukan setelah laporan warga beredar di media sosial pada pagi hari. Informasi tersebut kemudian diteruskan Yayasan Rare Aquatic Species of Indonesia (RASI) kepada Balai Pengelolaan Kawasan Konservasi Perairan (BPKKP) Pontianak.

Tim gabungan bersama Pokdarwis Desa Pela lalu bergerak menyusuri sungai hingga menemukan tubuh Lion tidak jauh dari lokasi laporan awal warga.

“Karena lokasi Pokdarwis Desa Pela paling dekat, mereka yang lebih dulu melakukan evakuasi,” kata Kepala Balai Pengelolaan Kelautan Pontianak, Syarif Iwan Taruna Alkadrie, Kamis (7/5/2026).

Tubuh pesut itu kemudian dibawa ke rakit milik Yayasan RASI di Desa Sangkuliman. Tubuh Lion ditutupi terpal dan diberi es batu untuk memperlambat pembusukan sambil menunggu proses pemeriksaan oleh dokter hewan.

Pada sore hari, tim melakukan nekropsi untuk mengetahui penyebab kematian. Sejumlah sampel organ diambil dan dikirim ke laboratorium di Samarinda. Hingga kini, hasil pemeriksaan masih menunggu analisis lebih lanjut.

“Untuk memastikan penyebab kematiannya, kami masih menunggu hasil laboratorium,” ujar Syarif.

Lion bukan pesut biasa bagi Sungai Mahakam. Menurut catatan Yayasan RASI, mamalia air tawar itu sudah teridentifikasi sejak 1999. Saat pertama kali ditemukan, Lion diperkirakan sudah dalam usia dewasa.

Artinya, pesut jantan itu kemungkinan telah hidup lebih dari 30 tahun di perairan Mahakam, sungai yang selama ini menjadi rumah terakhir Pesut Mahakam di dunia.

Selama bertahun-tahun, kemunculan pesut kerap dianggap sebagai penanda bahwa ekosistem Sungai Mahakam masih bertahan di tengah derasnya aktivitas manusia.

Namun kematian Lion kembali menunjukkan rapuhnya kondisi habitat satwa endemik tersebut.

Sebelum Lion ditemukan mati, populasi Pesut Mahakam tercatat tinggal 66 ekor. Kini jumlahnya menyusut menjadi 65 ekor.

Di balik angka itu, ancaman terhadap pesut masih terus ada. Mulai dari pencemaran sungai, lalu lintas kapal, hingga praktik penangkapan ikan ilegal seperti meracun dan menyetrum ikan.

Syarif mengatakan, dalam beberapa kasus sebelumnya, tim menemukan indikasi kandungan racun di tubuh pesut yang mati.

Karena itu, masyarakat diminta ikut menjaga ekosistem Sungai Mahakam agar habitat pesut tidak semakin terancam.

“Kami mengimbau masyarakat tidak melakukan illegal fishing seperti meracun atau menyetrum ikan, serta tidak membuang sampah ke sungai,” tegasnya.

Kematian Lion kini menjadi pengingat lain bahwa nasib Pesut Mahakam tidak hanya bergantung pada alam, tetapi juga pada cara manusia memperlakukan Sungai Mahakam setiap hari.

Editor : Dzulfikar

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut