get app
inews
Aa Text
Read Next : Keterlibatan Keluarga Disetop, Gubernur Kaltim Siap Ganti Biaya Renovasi

Pagar DPRD Kaltim Jebol, Massa Masuk Halaman: Tuntut Hak Angket Usut Kebijakan Gubernur

Selasa, 05 Mei 2026 | 20:16 WIB
header img
Foto : Ribuan massa dari Aliansi Perjuangan Masyarakat Kalimantan Timur kembali turun ke jalan dalam aksi jilid dua di depan Gedung DPRD Kalimantan Timur, Senin sore. Suasana sempat memanas saat massa menyuarakan tuntutan mereka dengan penuh semangat.

SAMARINDA, iNewsKutai Aksi demonstrasi jilid dua yang digelar Aliansi Perjuangan Masyarakat Kalimantan Timur di depan Gedung DPRD Kalimantan Timur memanas pada Senin sore. Ribuan massa yang sejak awal berunjuk rasa secara damai akhirnya berhasil menembus pagar dan masuk ke halaman kantor dewan, setelah sempat terlibat dorong-dorongan dengan aparat keamanan.

Situasi mulai berubah ketika massa mendesak masuk ke area dalam gedung. Pagar pembatas yang dijaga ketat akhirnya jebol, menandai eskalasi dibanding aksi sebelumnya. Meski sempat memanas, kondisi di lapangan hingga petang dilaporkan tetap terkendali.

Aparat kepolisian memilih menahan diri. Pendekatan persuasif dikedepankan, dengan pengamanan berlapis untuk mencegah bentrokan. Petugas menilai massa masih dalam batas kendali dan tidak menunjukkan tindakan anarkis.

Di dalam halaman gedung, massa melanjutkan orasi secara bergantian. Spanduk dan poster tuntutan dibentangkan. Fokus utama mereka: mendesak DPRD menggunakan hak angket guna mengusut kebijakan yang dianggap tidak transparan dan merugikan masyarakat.

Salah satu perwakilan massa, Bella Monica, menyebut keberhasilan menembus pagar sebagai simbol penting perjuangan.

“Sekarang kami sudah berada di dalam DPRD. Ini pertama kali kami bisa masuk sampai ke dalam. Sebelumnya sangat sulit,” ujarnya di tengah kerumunan.

Ia mengaku, sebelum berhasil masuk, massa menghadapi berbagai hambatan. Bahkan peserta aksi perempuan ikut berdesakan untuk menembus barikade aparat.

Bella juga mengungkapkan adanya komunikasi internal di tubuh DPRD terkait kemungkinan membuka akses publik terhadap proses rapat. Massa, kata dia, menuntut transparansi penuh, termasuk siaran langsung setiap pembahasan di parlemen daerah.

“Kami ingin rapat di DPRD bisa disiarkan langsung. Apapun bentuknya, harus terbuka untuk masyarakat,” katanya.

Dalam aksi jilid dua ini, massa membawa tiga tuntutan utama. Pertama, mendesak DPRD segera menggunakan hak angket untuk menyelidiki berbagai persoalan publik. Kedua, menuntut peningkatan kesejahteraan masyarakat yang dinilai belum merata. Ketiga, mendesak keadilan dalam sistem pendidikan serta jaminan keselamatan pelajar di seluruh Kalimantan Timur.

Menurut Bella, seluruh tuntutan bermuara pada satu tujuan: mendorong audit menyeluruh terhadap kebijakan pemerintah daerah melalui hak angket.

“Tujuan akhirnya jelas, hak angket harus dijalankan untuk mengaudit kebijakan yang tidak pro-rakyat,” ujarnya.

Massa menyatakan akan bertahan hingga malam, bahkan membuka kemungkinan aksi lanjutan jika tuntutan tak direspons. Hingga berita ini diturunkan, ribuan orang masih berkumpul di halaman gedung DPRD, bergantian menyampaikan orasi.

Sementara itu, aparat keamanan tetap bersiaga di sejumlah titik di sekitar gedung untuk memastikan situasi tetap kondusif dan mengantisipasi potensi eskalasi lanjutan.

Editor : Dzulfikar

Follow Whatsapp Channel iNews untuk update berita terbaru setiap hari! Follow
Lihat Berita Lainnya
iNews.id
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut