Ketika Polisi Menyajikan Sarapan untuk Mereka yang Bekerja Sejak Fajar
TENGGARONG, InewsKutai.id — Pagi baru menunjukkan pukul 07.30 Wita ketika halaman Pos Unit Turjawali Pelabuhan Kumala di Jalan KH Ahmad Muksin mulai dipadati warga. Satu per satu datang dengan harapan yang sama: mendapatkan seporsi makanan hangat, beras, dan sedikit bantuan uang tunai dari program Warung Berkah yang digelar Polres Kutai Kartanegara (Kukar).
Di antara kerumunan itu tampak pengemudi ojek online (ojol), petugas kebersihan, pemulung, hingga warga sekitar. Sebagian petugas kebersihan terlihat masih mengenakan seragam kerja setelah menyelesaikan tugas menyapu ruas-ruas jalan protokol di Kota Tenggarong sejak pagi buta. Sementara para pengemudi ojol datang usai mengantarkan pelanggan pertama mereka sebelum kembali melanjutkan aktivitas mencari nafkah.
Jumlah yang hadir bahkan melampaui perkiraan panitia. Jika semula Polres Kukar menargetkan sekitar 250 penerima manfaat, pagi itu lebih dari 300 orang datang dan tetap dilayani.
Bagi Ahmad, seorang petugas kebersihan jalan, bantuan tersebut bukan sekadar paket sembako dan makanan gratis. Ia mengaku sangat bersyukur karena bantuan itu dapat membantu memenuhi kebutuhan keluarganya dalam beberapa hari ke depan.
“Alhamdulillah, sangat membantu. Dapat beras, uang, dan makan gratis. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini terus dilakukan karena benar-benar membantu kami,” ujarnya.
Di sela antrean, sejumlah penyapu jalan tampak beristirahat setelah menyelesaikan pekerjaan mereka membersihkan jalan-jalan utama kota. Bagi mereka, sarapan gratis dan bantuan yang diterima menjadi bentuk perhatian yang dirasakan langsung manfaatnya.
Suasana berlangsung hangat dan penuh keakraban. Para penerima bantuan duduk berdampingan menikmati makanan yang disediakan. Tidak ada sekat antara warga, pekerja harian, maupun relawan yang membantu kegiatan tersebut.
Sejumlah pengemudi ojol juga dilibatkan dalam proses distribusi makanan. Setelah menyelesaikan pesanan pelanggan pada pagi hari, mereka turut membantu membagikan makanan kepada warga yang hadir. Salah satunya, Ari, menilai program Warung Berkah telah menjadi kegiatan yang dikenal masyarakat.
“Ini kegiatan rutin yang dilakukan Polres Kukar. Siapa saja yang datang dilayani. Warung makan yang digunakan juga ditanggung pihak kepolisian. Menurut saya ini sangat membantu masyarakat,” katanya.
Ucapan terima kasih juga datang dari Ashli, warga yang tinggal di sekitar lokasi. Ia menilai konsistensi Polres Kukar dalam menjalankan kegiatan sosial menjadi bukti kedekatan kepolisian dengan masyarakat.
“Semoga di Hari Bhayangkara ke-80 ini Polres Kukar semakin dekat dengan masyarakat dan terus membantu warga yang membutuhkan,” ujarnya.
Program Warung Berkah kali ini digelar dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80. Kegiatan tersebut merupakan kolaborasi antara Polres Kukar dan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kutai Kartanegara.
Kapolres Kukar, AKBP Khairul Basyar, mengatakan Warung Berkah telah berjalan cukup lama dan rutin dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian kepada masyarakat.
“Program ini memang rutin kami laksanakan. Dalam momentum Hari Bhayangkara ke-80, kami mengajak rekan-rekan jurnalis dari PWI Kukar untuk bersama-sama berbagi. Mudah-mudahan bantuan ini menjadi keberkahan bagi masyarakat maupun bagi institusi kepolisian,” katanya.
Menurut Khairul, tidak ada pembatasan bagi masyarakat yang ingin datang. Selama persediaan masih tersedia, seluruh warga yang hadir akan tetap dilayani.
“Kami tidak membatasi. Siapa saja yang datang kami berikan bantuan,” ujarnya.
Ketua Persatuan Wartawan Indonesia Kutai Kartanegara, Andi Wibowo, yang akrab disapa Bang Awi, berharap kolaborasi antara insan pers dan kepolisian dapat terus berlanjut.
Menurut dia, bantuan yang diberikan mungkin tidak menyelesaikan seluruh persoalan ekonomi masyarakat, namun setidaknya dapat meringankan kebutuhan warga yang membutuhkan.
Di tengah hiruk-pikuk aktivitas pagi di Pelabuhan Kumala, kegiatan itu menghadirkan pemandangan sederhana. Para penyapu jalan yang telah menuntaskan pekerjaannya sejak dini hari, para pengemudi ojol yang baru mengantar pelanggan, pemulung, dan warga sekitar duduk bersama menikmati sarapan hangat. Sebuah pemandangan yang menggambarkan bagaimana perhatian sederhana dapat memberi arti besar bagi mereka yang setiap hari bekerja di balik denyut kehidupan kota.
Editor : Dzulfikar