Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Pemulung Ditemukan sudah Jadi Mayat di Galangan Kapal di Anggana, Polisi Duga karena Sakit
Advertisement . Scroll to see content

Dari Sekolah Rusak hingga Jalan Kampung, Warga Kutai Lama Titip Harapan di Musrenbangdes

Rabu, 09 September 2026 | 14:33 WIB
  • author Ardi Wiriya
Dari Sekolah Rusak hingga Jalan Kampung, Warga Kutai Lama Titip Harapan di Musrenbangdes
Foto : Kepala Desa Kutai Lama, Dr. H. Sony Rizaldi (H. Rizal), menyampaikan arah pembangunan desa dalam Musrenbangdes Kutai Lama.

KUTAI KARTANEGARA, iNewsKutai.id — Harapan tentang ruang belajar yang lebih layak, jalan kampung yang lebih baik, lingkungan yang bersih hingga pelayanan kesehatan yang mudah dijangkau mengemuka dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa (Musrenbangdes) Kutai Lama, Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara.

Di forum inilah warga menitipkan kebutuhan mereka. Bukan sekadar daftar pembangunan di atas kertas, tetapi persoalan yang bersentuhan langsung dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.

Musrenbangdes tersebut menjadi bagian dari penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Desa 2027 dan DU-RKP Desa 2028. Pemerintah Desa Kutai Lama berupaya menyelaraskan aspirasi masyarakat dengan arah pembangunan yang telah disiapkan melalui semangat “Kutai Lama Wajah Baru.”

Kepala Desa Kutai Lama, Dr. H. Sony Rizaldi, yang akrab disapa H. Rizal, mengatakan pembangunan desa tidak cukup hanya ditandai dengan berdirinya bangunan atau terbentangnya jalan baru. Menurut dia, pembangunan juga harus terasa pada kualitas hidup masyarakat.

“Program yang kami dorong ini bukan hanya pembangunan fisik, tetapi juga bagaimana meningkatkan kualitas sumber daya manusia, kesehatan dan lingkungan masyarakat. Semuanya harus berjalan bersama,” ujar H. Rizal.

Harapan Itu Dimulai dari Sekolah

Pendidikan menjadi salah satu perhatian utama. Pemerintah desa mendorong rehabilitasi sekolah tingkat SD dan SMP di wilayah Kutai Lama.

Bagi H. Rizal, memperbaiki sekolah bukan semata membenahi bangunan. Di balik ruang kelas itu ada anak-anak Kutai Lama yang setiap hari datang membawa mimpi dan masa depan mereka.

Karena itu, peningkatan kualitas pendidikan dipandang sebagai investasi jangka panjang agar generasi muda desa memiliki kesempatan tumbuh dan berkembang lebih baik.

Perhatian serupa diberikan pada infrastruktur.

Dalam Musrenbangdes, masyarakat Dusun 2 mengusulkan pengaspalan jalan sepanjang sekitar dua kilometer. Jalan tersebut menjadi salah satu kebutuhan yang disuarakan warga untuk dibahas dalam skala prioritas pembangunan, dengan tetap mempertimbangkan kemampuan anggaran.

Sampah Tak Lagi Sekadar Dibuang

Persoalan lingkungan juga mendapat tempat dalam rencana pembangunan Kutai Lama.

Pemerintah desa ingin bank sampah hadir dan dikelola di seluruh RT. Gagasannya sederhana: sampah yang selama ini dianggap persoalan diharapkan perlahan dapat dikelola dari lingkungan terkecil dengan melibatkan warga sendiri.

“Kami ingin bank sampah tidak hanya menjadi program pemerintah desa, tetapi bisa berjalan di seluruh RT dengan keterlibatan masyarakat. Ini bagian dari upaya kita membangun Kutai Lama yang lebih bersih dan tertata,” kata H. Rizal.

Di sisi lain, pelayanan kesehatan tetap ditempatkan sebagai kebutuhan dasar yang harus diperkuat bersama pembangunan pendidikan, infrastruktur dan lingkungan.

Kekhawatiran di Balik Banyaknya Harapan

Namun, di tengah banyaknya rencana yang ingin diwujudkan, ada kekhawatiran yang disampaikan pemerintah desa: kemampuan anggaran.

H. Rizal berharap kebijakan pengurangan transfer ke daerah tidak ikut menekan kemampuan fiskal desa. Sebab, ketika ruang anggaran menyempit, sejumlah kebutuhan masyarakat yang telah disusun bersama berpotensi harus kembali dipilah berdasarkan tingkat urgensinya.

“Kami berharap jangan sampai anggaran desa ikut berkurang karena transfer ke daerah dikurangi. Karena program yang sudah kita susun ini semuanya kembali untuk kepentingan masyarakat,” ujarnya.

Ia berharap pemerintah pusat maupun daerah tetap memberikan ruang yang cukup bagi desa untuk menjalankan program pembangunan.

“Harapan kami anggaran desa tetap bisa dipertahankan, sehingga program-program yang menjadi kebutuhan masyarakat tidak terganggu dan pembangunan bisa terus berjalan,” katanya.

Musrenbangdes turut dihadiri Plt Camat Anggana, tenaga ahli pemberdayaan masyarakat, Ketua BPD beserta jajaran, Bhabinkamtibmas, Babinsa, TP PKK, lembaga desa, perusahaan yang beroperasi di wilayah Kutai Lama, kepala sekolah, tokoh adat, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta masyarakat.

Bagi H. Rizal, pertemuan itu seharusnya tidak berhenti ketika musyawarah selesai dan daftar usulan tersusun. Tantangan sesungguhnya adalah memastikan kebutuhan yang dibicarakan bersama dapat diwujudkan secara bertahap.

“Kita ingin Kutai Lama punya wajah baru. Pendidikan diperkuat, infrastruktur dibenahi, lingkungan dijaga, kesehatan diperhatikan. Ini yang ingin kita bangun bersama masyarakat,” pungkas H. Rizal.

Editor: Dzulfikar

Related News

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut