Selain itu, faktor resiko hipoglikemi pada penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 dapat terjadi jika penderita memiliki pola hidup tidak baik dan adanya penyakit penyerta selain DM tipe 2.
Faktor lainnya adalah asupan nutrisi, penggunaan obat-obatan diabetes yang tidak sesuai anjuran, usia lanjut, lama menggunaan obat- obatan terutama insulin, pengetahuan tentang kesehatan rendah, kurangnya kesadaran terhadap gejala hipoglikemi yang muncul.
Kalimantan Timur menduduki peringkat kedua dengan penderita Diabetes Mellitus terbanyak di Indonesia. Sedangkan Kota Samarinda menduduki peringkat ke 4 tertinggi penderita Diabetes Mellitus tertinggi di Kaltim dengan jumlah 1.947 kasus. Sebanyak 741 kasus di antaranya telah mengalami komplikasi.
Dari penelitian, penderitaDiabetes Mellitus di Kota Samarinda menyatakan tidak tahu tentang gejala hipoglikemi yang mereka alami. Sebagian besar penderita DM mengalami gejala keringat berlebihan, badan terasa lemas dan gemetar, pandangan mata kabur, dan penurunan kesadaran.
Tetapi gejala awal seperti badan terasa lemas dan gemetar, dianggap sebagai kondisi yang biasa dialami karena penyakit oleh penderita. Mereka tidak menyampaikan kondisi medis tersebut hingga penderita mengalami penurunan kesadaran.
Selain itu, penderita Diabetes Mellitus terbanyak yang mengalami kondisi hipoglikemi adalah lanjut usia. Lansia merupakan faktor resiko terbanyak yang mengalami hipoglikemi pada penderita Diabetes Mellitus.
Tindakan pertolongan pertama harus segera dilakukan apabila penderita DM mengalami gejala hipoglikemi sebagai upaya penyelamatan.
Editor : Abriandi
Artikel Terkait