Karhutla di Samarinda Hanguskan 12 Hektare, Warga Padamkan Api Pakai Ember

Ardi Wiriya
Foto: Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kecamatan Sambutan, Kota Samarinda, Kalimantan Timur.

SAMARINDA, iNewsSamarinda.idKebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Sekitar 12 hektare lahan di Kecamatan Sambutan terbakar, dengan kobaran api bahkan mulai mendekati permukiman warga.

Kondisi tersebut membuat warga turun tangan membantu petugas melakukan pemadaman. Dengan peralatan seadanya, warga membawa ember dan gayung untuk menyiram titik api yang mulai menjalar di sekitar lahan.

Upaya pemadaman manual dilakukan karena sebagian lokasi kebakaran sulit dijangkau kendaraan pemadam.

Komandan Posko Karhutla Sambutan, Peltu Khoibin, mengatakan proses pemadaman masih menghadapi sejumlah kendala, terutama kondisi medan dan akses menuju titik api.

“Lokasinya cukup sulit dijangkau. Karena itu, warga juga ikut membantu melakukan pemadaman menggunakan peralatan yang ada,” kata Khoibin.

Hingga Sabtu (29/8/2026), luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 12 hektare.

Petugas bersama warga masih berupaya melakukan pemadaman, khususnya pada titik yang api atau asapnya mulai bergerak mendekati kawasan permukiman.

Lahan Gambut Jadi Kendala

Selain akses yang sulit, kondisi lahan yang terbakar juga menjadi tantangan tersendiri bagi petugas.

Sebagian area merupakan lahan gambut. Karakteristik gambut yang mudah terbakar dan memungkinkan api menjalar di bawah permukaan membuat proses pemadaman tidak cukup hanya dengan memadamkan kobaran api yang terlihat.

Petugas harus melakukan pembasahan secara menyeluruh untuk memastikan tidak ada bara api yang masih bertahan di dalam tanah.

“Kalau lahan gambut, kita harus memastikan benar-benar padam karena api bisa muncul kembali. Jadi setelah api terlihat padam, tetap dilakukan pembasahan dan pemantauan,” ujarnya.

Untuk mencegah api meluas, armada dan personel penanganan karhutla disiagakan di sekitar lokasi.

Petugas juga memprioritaskan titik-titik yang berpotensi mengarah ke permukiman warga.

Kondisi cuaca yang kering serta lahan yang mudah terbakar membuat petugas harus meningkatkan kewaspadaan selama proses pemadaman.

Warga yang tinggal di sekitar lokasi juga diminta tidak mendekati area kebakaran dan segera melapor apabila menemukan titik api baru.

“Yang paling penting sekarang api jangan sampai meluas ke pemukiman. Kami bersama warga terus melakukan pemadaman dan pemantauan di lapangan,” pungkas Khoibin.

Editor : Dzulfikar

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network