Enam Kali Juara Umum MTQ, Kukar Kini Berambisi Rebut Kembali Takhta dari Kutai Timur

Dzulfikar Ash
Foto: Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri.

TENGGARONG, iNewsKutai.id – Enam kali berturut-turut menjadi juara umum Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) tingkat Kalimantan Timur rupanya belum cukup menjamin dominasi Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Gelar yang selama ini menjadi kebanggaan daerah tersebut akhirnya berpindah ke tangan Kabupaten Kutai Timur.

Kini, Kukar menghadapi tantangan untuk merebut kembali gelar tersebut. Terlebih, daerah ini dijadwalkan menjadi tuan rumah MTQ tingkat Provinsi Kalimantan Timur pada Desember 2026.

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri, memasang target mengembalikan gelar juara umum ke Kukar. Ia optimistis daerahnya mampu kembali bersaing setelah kehilangan posisi teratas pada penyelenggaraan sebelumnya.

“Insyaallah, pada pelaksanaan MTQ tingkat Provinsi Kalimantan Timur yang akan digelar di Kabupaten Kutai Kartanegara pada Desember mendatang, kita siap kembali menjadi juara umum,” ujar Aulia, Jumat (23/10/2026).

Ambisi tersebut tidak hanya berkaitan dengan prestasi dalam perlombaan. Pemerintah daerah juga berupaya menjaga kesinambungan pembinaan keagamaan yang selama ini menjadi salah satu perhatian di Kukar.

Salah satunya melalui Gerakan Etam Mengaji, program yang telah berjalan sejak kepemimpinan sebelumnya dan dipastikan tetap dilanjutkan.

Aulia menilai, pembinaan keagamaan tidak semestinya berhenti pada kegiatan seremonial maupun kompetisi. Nilai-nilai agama juga perlu menjadi bagian dari pembentukan karakter aparatur pemerintahan.

“Gerakan Etam Mengaji merupakan gerakan yang sangat baik dan telah berjalan cukup lama di Kabupaten Kutai Kartanegara. Program ini harus kita kawal keberlangsungannya karena menjadi salah satu cara untuk menjaga karakter dan membangun watak aparatur sipil negara di lingkungan pemerintah daerah,” katanya.

Menurut Aulia, pembinaan tersebut sebelumnya juga diterapkan melalui persyaratan kemampuan keagamaan bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) saat mengambil atau memperpanjang surat keputusan.

Bagi pegawai Muslim, kemampuan membaca Al-Qur’an menjadi perhatian. Sementara pegawai beragama Kristen dan Katolik diharapkan mampu membaca kitab suci masing-masing. Ketentuan serupa disesuaikan dengan ajaran agama yang dianut pegawai lainnya.

Kebijakan tersebut, menurut Aulia, merupakan salah satu bentuk pembinaan karakter aparatur yang perlu dijaga keberlangsungannya.

“Ini merupakan tanggung jawab kami sebagai penerus kepemimpinan untuk melanjutkan hal-hal baik yang telah dilakukan oleh pemimpin-pemimpin terdahulu di Kabupaten Kutai Kartanegara,” ujarnya.

Di tengah persiapan menjadi tuan rumah MTQ, target juara umum kini menjadi tantangan tersendiri bagi Kukar. Daerah ini bukan hanya dituntut sukses menyelenggarakan kompetisi, tetapi juga membuktikan kemampuannya kembali bersaing dengan daerah lain di Kalimantan Timur.

Desember mendatang akan menjadi momentum penting bagi Kukar untuk mengukur hasil pembinaan sekaligus menguji ambisinya merebut kembali gelar yang lepas ke Kutai Timur.

Editor : Dzulfikar

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network