TENGGARONG, iNewsKutai.id – Pemenuhan gizi lansia dan balita menjadi sasaran pengembangan program RTKu Terbaik di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Pemerintah daerah menyiapkan kolaborasi lintas organisasi perangkat daerah agar anggaran di tingkat rukun tetangga (RT) dapat mendukung penyediaan makanan bergizi bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kukar akan menyiapkan data calon penerima manfaat sekaligus memastikan makanan yang disediakan memenuhi standar gizi. Sementara itu, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) berperan dalam koordinasi pemanfaatan dana RTKu Terbaik.
Kepala Dinkes Kukar, Ismi Mufidah, mengatakan data yang dimiliki instansinya dapat menjadi dasar untuk mengidentifikasi lansia dan balita di setiap RT. Dengan demikian, penyaluran manfaat diharapkan lebih terarah sesuai kelompok sasaran.
“Dinkes itu nanti bertugas memberi data, siapa lansianya di RT situ, karena kita punya data, siapa balitanya, dengan menu, karena ada syaratnya itu PMT,” kata Ismi, Jumat (23/10/2026).
Skema ini memperluas perhatian pemerintah terhadap pemenuhan gizi di lingkungan masyarakat. Jika program makan bergizi selama ini banyak dikaitkan dengan anak usia sekolah, kolaborasi RTKu Terbaik diarahkan untuk menjangkau kelompok usia yang juga membutuhkan asupan gizi sesuai kondisi masing-masing.
Dalam rencana pelaksanaannya, penyediaan makanan bagi penerima manfaat tidak menggunakan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Ismi menyebut kader posyandu berpotensi dilibatkan untuk menyiapkan makanan, dengan mekanisme pelaksanaan yang disesuaikan di tingkat RT.
“Jadi yang masak itu teman-teman kader posyandu,” ujarnya.
Keterlibatan kader dinilai relevan karena pelayanan posyandu terintegrasi kini mencakup lebih dari sekadar bayi dan balita. Lansia serta ibu hamil juga menjadi bagian dari kelompok yang mendapatkan pelayanan kesehatan di posyandu.
Meski demikian, pola pelaksanaan di lapangan tetap memerlukan pengaturan agar kegiatan penyediaan makanan berjalan sesuai kebutuhan penerima manfaat. Data sasaran, pembagian tugas, dan standar menu menjadi bagian yang perlu diselaraskan sebelum program dijalankan.
Dinkes Kukar sendiri telah memiliki petunjuk teknis mengenai komposisi dan takaran bahan pangan untuk memenuhi kebutuhan gizi. Pengaturan tersebut mencakup jumlah nasi, ikan, serta bahan makanan lain dalam setiap porsi.
“Menunya itu kan misalnya kalau nasi berapa gram, ikan itu untuk pemenuhan gizinya, jadi untuk yang ideal itu berapa, itu kita yang ada juknisnya. Ya, sudah ada,” jelas Ismi.
Adapun perhitungan kebutuhan anggaran akan dikoordinasikan bersama Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kukar. Koordinasi tersebut menjadi bagian dari persiapan untuk menyesuaikan kebutuhan penyediaan makanan dengan kemampuan anggaran yang tersedia.
Ismi menyebut program ini merupakan salah satu program unggulan Bupati Kukar. Karena melibatkan sejumlah perangkat daerah, pelaksanaannya membutuhkan koordinasi agar aspek pendanaan, pendataan penerima, dan pemenuhan standar gizi dapat berjalan searah.
Dinkes dan DPMD Kukar telah membahas rencana kolaborasi tersebut untuk mendukung pelaksanaan pada tahun mendatang. Namun, waktu penerapan masih menyesuaikan kondisi masing-masing RT.
Dengan skema ini, dana RTKu Terbaik diharapkan tidak hanya menjadi instrumen pembangunan lingkungan, tetapi juga dapat mendukung kebutuhan dasar masyarakat. Tantangan berikutnya ialah memastikan pelaksanaan di setiap RT memiliki sasaran yang jelas, menu sesuai standar, serta mekanisme pengelolaan yang dapat dipertanggungjawabkan.
Editor : Dzulfikar
Artikel Terkait
