Aulia Rahman Basri: Kesejahteraan Guru Tak Boleh Dikurangi di Tengah Tekanan Anggaran

Dzulfikar Ash
Foto: Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri.

TENGGARONG SEBERANG, iNewsKutai.id — Bupati Kutai Kartanegara Aulia Rahman Basri menegaskan kesejahteraan guru tetap menjadi prioritas pemerintah daerah, termasuk ketika anggaran menghadapi keterbatasan. Ia menyatakan tidak ada pengurangan kesejahteraan atau tambahan penghasilan pegawai (TPP) bagi guru di Kabupaten Kutai Kartanegara.

Komitmen itu disampaikan Aulia saat memberikan sambutan dalam kegiatan Gemini World di PKM Putri Karang Melenu, Tenggarong Seberang. Di hadapan para guru dan peserta kegiatan, ia menempatkan kesejahteraan tenaga pendidik sebagai bagian penting dari upaya membangun kualitas sumber daya manusia.

Menurut Aulia, pembangunan infrastruktur masih dapat dikejar secara bertahap. Namun, investasi terhadap guru memiliki kedudukan berbeda karena mereka berhadapan langsung dengan masa depan anak-anak.

“Guru merupakan ujung tombak pendidikan di Kabupaten Kutai Kartanegara,” ujarnya.

Ia mengibaratkan guru sebagai kunci yang membuka pintu kesuksesan generasi muda. Karena itu, pemerintah daerah, kata dia, harus memastikan para pendidik dapat menjalankan tugas tanpa terus dibebani kecemasan mengenai kebutuhan hidup sehari-hari.

“Kita tidak akan bisa mencetak generasi cerdas kalau seandainya para guru masih memikirkan besok seperti apa, dapurnya seperti apa,” kata Aulia.

Aulia juga menyampaikan bahwa pemerintah daerah menyiapkan anggaran pendidikan sebesar 21 persen dari APBD Kutai Kartanegara. Angka itu, menurut dia, berada di atas batas minimal 20 persen yang diwajibkan dalam ketentuan anggaran pendidikan.

Pernyataan tersebut menempatkan kesejahteraan guru sebagai salah satu tolok ukur komitmen pemerintah daerah terhadap pendidikan. Persoalannya bukan semata-mata berapa besar anggaran yang dialokasikan, melainkan bagaimana kebijakan tersebut berdampak pada kualitas pembelajaran dan keberlangsungan layanan pendidikan.

Dalam sambutannya, Aulia juga mengapresiasi terpilihnya Kutai Kartanegara sebagai satu dari 10 daerah yang disebut menjadi pelaksana Festival Lokal Berdampak 2026, dari total 514 kabupaten dan kota di Indonesia sebagaimana disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Ia menilai keterlibatan aktif para guru menjadi salah satu faktor penting dalam pencapaian itu.

Bagi Aulia, keberhasilan pendidikan tidak cukup diukur melalui pembangunan fasilitas atau capaian kegiatan. Peran guru tetap menentukan bagaimana pengetahuan disampaikan, karakter dibentuk, dan harapan anak-anak terhadap masa depan ditumbuhkan.

Komitmen mempertahankan kesejahteraan guru, dengan demikian, menjadi janji kebijakan yang perlu dibuktikan melalui pelaksanaan anggaran dan konsistensi pemerintah daerah. Sebab, kualitas pendidikan tidak hanya bergantung pada ruang kelas dan fasilitas, tetapi juga pada kemampuan guru menjalankan tugasnya dengan tenang dan bermartabat.

Editor : Dzulfikar

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network