Di Tengah Efisiensi Anggaran, Kukar Pertahankan Festival Rakyat sebagai Penggerak Ekonomi 2027

Dzulfikar Ash
Foto: Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin.

TENGGARONG, iNewsKutai.id – Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur, berupaya mempertahankan kegiatan festival dan hiburan rakyat pada 2027 di tengah kebijakan efisiensi anggaran. Agenda tersebut dinilai memiliki dampak ekonomi langsung bagi masyarakat, terutama pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta sektor ekonomi kreatif.

Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin mengatakan, pemerintah daerah tengah menyusun kalender kegiatan atau calendar of events 2027. Sejumlah agenda yang masuk dalam program Kukar Kaya Festival akan kembali dievaluasi sebelum ditetapkan untuk dilaksanakan tahun depan.

“Untuk agenda 2027, kami sudah meminta agar kalender event kabupaten segera diselesaikan. Setelah kalender event disusun, kami akan melakukan verifikasi kembali,” kata Rendi, Sabtu (31/10/2026).

Menurut Rendi, keterbatasan anggaran tidak serta-merta menjadi alasan untuk menghentikan kegiatan yang telah menjadi bagian dari program pembangunan daerah. Pemerintah akan menyesuaikan pelaksanaan dan skala kegiatan dengan kemampuan keuangan daerah.

Dia menilai festival rakyat memiliki fungsi lebih luas daripada sekadar hiburan. Kegiatan tersebut menjadi ruang pertemuan masyarakat, promosi kebudayaan, sekaligus menciptakan aktivitas ekonomi bagi pedagang dan pelaku usaha lokal.

Antusiasme warga dalam Pesta Laut Samboja pada Oktober 2026 menjadi salah satu gambaran besarnya minat masyarakat terhadap kegiatan berbasis budaya dan hiburan rakyat.

“Antusiasme masyarakat terhadap Pesta Laut luar biasa. Kegiatan seperti ini harus bisa dilaksanakan lagi di 20 kecamatan di Kutai Kartanegara, khususnya di Tenggarong,” ujarnya.

Pemkab Kukar berharap penyelenggaraan festival tidak hanya terpusat di ibu kota kabupaten. Pemerataan kegiatan di 20 kecamatan diharapkan membuka peluang ekonomi yang lebih luas sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya dan potensi wisata setiap wilayah.

Kebijakan tersebut juga berkaitan dengan arah pengembangan ekonomi daerah yang tidak bergantung pada sektor ekstraktif. Melalui Misi 2 Kukar Idaman Terbaik, pemerintah mendorong pengembangan hilirisasi pertanian, pariwisata, dan ekonomi kreatif sebagai sumber pertumbuhan ekonomi baru.

Dukungan terhadap sektor tersebut turut diterjemahkan melalui Program Dedikasi Stimulus Komunitas Kreatif. Program ini mencakup kontes karya ekonomi kreatif bertaraf nasional dua kali dalam setahun di tingkat kabupaten, serta minimal satu kegiatan bertaraf nasional di setiap kecamatan.

Di antara agenda yang disiapkan untuk 2027, Erau Adat Kutai tetap menjadi prioritas. Rendi menyebut festival budaya tersebut merupakan agenda wajib yang akan terus diupayakan masuk dalam Karisma Event Nusantara (KEN), program promosi pariwisata nasional.

“Untuk kalender event, tentu Erau menjadi yang pertama dan wajib dilaksanakan tahun depan. Pelaksanaannya harus lebih meriah dan tetap masuk dalam Karisma Event Nusantara. Untuk masuk KEN itu tidak mudah, perjuangannya panjang. Karena itu, kita harus terus mengupayakannya,” kata Rendi.

Tantangan pemerintah daerah berikutnya adalah memastikan keberlanjutan festival berjalan seiring dengan kemampuan fiskal. Dengan perencanaan yang terukur, kegiatan budaya diharapkan tetap menjadi instrumen promosi pariwisata sekaligus membuka ruang usaha bagi masyarakat.

Bagi Kukar, keberhasilan sebuah festival tidak hanya diukur dari kemeriahan acara, tetapi juga dari sejauh mana kegiatan tersebut mampu menggerakkan ekonomi lokal dan memberikan manfaat bagi warga.

Editor : Dzulfikar

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network