KUTAI KARTANEGARA, iNewsKutai.id – Pantai Tanah Merah di Samboja menyimpan banyak kenangan bagi Wakil Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) Rendi Solihin. Sejak kecil hingga dewasa, ia mengenal kawasan wisata tersebut. Namun, ada satu hal yang masih diingatnya, yakni pengelolaan dan sistem tiket masuk yang dahulu dinilai belum tertata.
Kenangan itu kini menjadi bagian dari perhatiannya terhadap pengembangan wisata di kampung halamannya.
Saat ditemui di Arbizz Pujasera, Jumat (30/10/2026), Rendi bercerita bahwa pemerintah daerah telah melakukan revitalisasi kepengurusan Pantai Tanah Merah dengan melibatkan Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM).
Perubahan tersebut, menurut dia, mulai menunjukkan hasil. Pendapatan yang sebelumnya berkisar Rp150 juta hingga Rp200 juta per tahun, kini telah mencapai Rp800 juta meski belum genap setahun.
“Dari saya lahir sampai besar di Samboja, orangnya itu-itu saja yang menjaga pantai. Kadang digratiskan, kadang dimintai uang. Saya juga bingung waktu kecil dulu,” kata Rendi.
Ia menyebut peningkatan pendapatan didukung penataan sistem pungutan, termasuk pengawasan terhadap aktivitas pengunjung yang menginap dan berkemah.
Bahkan, pada malam pergantian tahun, pemasukan tiket disebut bisa mencapai Rp150 juta hingga Rp200 juta dalam satu malam.
Menurut Rendi, peningkatan pendapatan tersebut penting karena Pemkab Kukar telah mengalokasikan sekitar Rp8 miliar dari APBD untuk membangun fasilitas dan memperbaiki akses jalan menuju kawasan wisata.
Ia berharap pengelolaan yang semakin tertata dapat membuat pendapatan wisata kembali memberikan manfaat lebih besar bagi daerah dan masyarakat.
Rendi juga meminta Inspektorat menelusuri pengelolaan pendapatan pada periode sebelumnya agar pencatatan dan mekanisme pungutan semakin transparan.
“Kenapa baru tahun ini pemasukannya melimpah? Silakan Inspektorat cek sampai ke ujungnya,” ujarnya.
Bagi Rendi, Pantai Tanah Merah bukan sekadar destinasi wisata. Tempat itu merupakan bagian dari kenangan masa kecil sekaligus aset daerah yang harus dijaga dan dikembangkan agar manfaatnya bisa dirasakan masyarakat luas.
Editor : Dzulfikar
Artikel Terkait
