SAMARINDA, iNewsKutai.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang menjalar dari wilayah Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara, hingga Makroman dan Sindangsari, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, belum berhasil dikendalikan setelah berlangsung selama empat hari.
Hingga Rabu (4/11/2026) sore, api masih mengancam sejumlah area perkebunan milik warga. Salah satu lokasi terdampak berada di Jalan Pembaunan, RT 10, Gang H Labay, Kelurahan Makroman.
Kobaran api yang terus meluas mulai mendekati kawasan permukiman. Asap dari lahan terbakar juga telah dirasakan warga di sekitar lokasi selama beberapa hari terakhir.
Koordinator Lapangan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Samarinda, Nanang, mengatakan, kebakaran yang berlangsung selama empat hari tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi petugas dan relawan.
“Api terus menjalar dari wilayah Anggana hingga masuk ke kawasan Sindangsari dan Makroman. Kondisi ini membuat petugas harus bekerja ekstra untuk mencegah kebakaran semakin meluas,” ujar Nanang.
Angin Kencang dan Pasokan Air Jadi Kendala
Proses pemadaman di lapangan menghadapi sejumlah hambatan. Angin kencang membuat kobaran api lebih mudah menjalar, terutama ketika petugas berupaya melokalisasi titik kebakaran.
Selain faktor cuaca, keterbatasan pasokan air juga memperlambat upaya pemadaman. Jarak sumber air yang cukup jauh membuat mobil tangki harus berulang kali melakukan pengisian untuk memenuhi kebutuhan di lokasi.
“Angin yang cukup kencang menjadi salah satu kendala karena api lebih mudah merambat ke area lain. Petugas harus terus memantau arah penjalaran api agar tidak semakin mendekati permukiman,” kata Nanang.
Ia menjelaskan, mobil tangki air harus bolak-balik menuju lokasi kebakaran untuk memastikan proses pemadaman tetap berjalan.
“Jarak sumber air cukup jauh sehingga mobil tangki harus beberapa kali mengambil air. Pasokan air menjadi kebutuhan utama agar petugas bisa terus melakukan pemadaman di titik-titik kebakaran,” tuturnya.
Asap Mulai Dirasakan Warga
Di tengah upaya pemadaman, asap kebakaran juga menjadi persoalan bagi masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi. Paparan asap selama beberapa hari terakhir mengganggu aktivitas warga dan meningkatkan kekhawatiran karena titik api masih berada di kawasan perkebunan yang berdekatan dengan permukiman.
Nanang mengatakan, petugas bersama relawan masih berupaya mengendalikan api agar tidak semakin meluas dan menjangkau area tempat tinggal warga.
“Kami terus berupaya memadamkan titik-titik api dan mencegah penjalarannya. Prioritasnya agar kebakaran tidak semakin meluas, terutama ke arah permukiman yang berada di sekitar lokasi,” ujarnya.
Hingga Rabu sore, upaya pemadaman masih berlangsung. Petugas dan relawan harus menghadapi kombinasi angin kencang, jarak sumber air, serta luasnya area kebakaran untuk mencegah dampak yang lebih besar terhadap masyarakat.
Editor : Dzulfikar
Artikel Terkait
