Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Akhiri Tren Buruk, Borneo FC Hajar Arema FC di Stadion Batakan
Advertisement . Scroll to see content

Bantah Polri, Tim Pencari Fakta Sebut Gas Air Mata Pemicu Ratusan Orang Tewas di Stadion Kanjuruhan

Selasa, 11 Oktober 2022 | 09:16 WIB
  • author Riana Rizkia
Bantah Polri, Tim Pencari Fakta Sebut Gas Air Mata Pemicu Ratusan Orang Tewas di Stadion Kanjuruhan
TGIPF menegaskan penggunaan gas air mata untuk mengurai massa di Stadion Kanjuruhan Malang menjadi pemicu kematian ratusan suporter Arema FC.  (Foto: Antara)

Dia menyatakan, polisi harus memerhatikan sejumlah aspek ketika hendak menggunakan gas air mata. Mulai dari melihat arah angin, ruang terbuka atau tidak, dan tidak memprovokasi perlawanan.

"Polisi harus memastikan gas air mata belum expired, apakah masih aman atau tidak. Jika masih digunakan, itu penyimpangan, tentu itu adalah pelanggaran. Ingat, polisi sekarang bukan military police bukan polisi yang berbasis militer tapi ini adalah civilian police. Nah maka polisi itu ditangankanani oleh kitab HAM," katanya.

"Jadi bukan senjata untuk mematikan tapi senjata untuk melumpuhkan supaya tidak menimbulkan agresivitas. Yang terjadi adalah justru mematikan. Jadi ini tentu harus diperbaiki," pungkasnya.

(Artikel ini telah diterbitkan di halaman SINDOnews.com pada dengan judul : Sejalan Komnas HAM, TGIPF Sebut Gas Air Mata Mematikan di Tragedi Kanjuruhan)

Editor: Abriandi

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut