Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Akhiri Tren Buruk, Borneo FC Hajar Arema FC di Stadion Batakan
Advertisement . Scroll to see content

Bantah Polri, Tim Pencari Fakta Sebut Gas Air Mata Pemicu Ratusan Orang Tewas di Stadion Kanjuruhan

Selasa, 11 Oktober 2022 | 09:16 WIB
  • author Riana Rizkia
Bantah Polri, Tim Pencari Fakta Sebut Gas Air Mata Pemicu Ratusan Orang Tewas di Stadion Kanjuruhan
TGIPF menegaskan penggunaan gas air mata untuk mengurai massa di Stadion Kanjuruhan Malang menjadi pemicu kematian ratusan suporter Arema FC.  (Foto: Antara)

JAKARTA, iNewsKutai.id - Tim Gabungan Independen Pencari Fakta (TGIPF) menegaskan penggunaan gas air mata untuk mengurai massa di Stadion Kanjuruhan Malang menjadi pemicu kematian ratusan suporter Arema FC. 

Penegasan tersebut sekaligus membantah pernyataan Polri yang menyebut jika tidak satupun korban tewas di Stadion Kanjuruhan akibat gas air mata. Klaim polisi yang menyebutkan tidak ada jurnal ilmiah yang menyebutkan gas air mata bisa memicu kematian sebelumnya juga sudah dibantah Komnas HAM.

"Ya (gas air mata mematikan), tidak dibenarkan menggunakan senjata yang berpotensi bisa mematikan," ujar Rhenald kepada MNC Portal, Senin (10/10/2022).

Dalam insiden Kanjuruhan, Polri mengendalikan suporter yang memasuki lapangan dengan menembakkan gas air mata. Tidak hanya di dalam lapangan namun juga mengarah ke tribun sehingga mengakibatkan ribuan suporter panik.

Rhenald Kasali menyatakan justru penggunaan gas air mata saat mengurai massa usai pertandingan Arema FC vs Persebaya menjadi pemicu utama kematian 131 suporter. Rhenald menjelaskan penggunaan gas air mata memiliki tingkatkan. Harus ada perbedaan antara gas air mata dalam menangani aksi teroris dan penanganan kerumunan. 

"Gas air mata ada tingkatannya, misalnya untuk penanganan terorisme tentu berbeda dengan gas air mata untuk penanganan crowd yang mencari kegembiraan," jelasnya.

Editor: Abriandi

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut