Gejala Awal Diabetes pada Tubuh, Jangan Dianggap Sepele!

JAKARTA, iNewsKutai.id - Gejala awal diabetes pada tubuh penting diketahui. Hal ini untuk memastikan agar kita terbebas dari penyakit yang bisa menyebabkan komplikasi dan membahayakan nyawa tersebut.
Apalagi, gejala penyakit yang menyebabkan kadar gula darah seseorang menjadi sangat tinggi ini kerap diabaikan. Tidak sedikit yang baru menyadari terkena diabetes saat sudah kronis.
Dilansir dari Express Jumat (12/7/2023), diabetes seringkali tidak menunjukkan gejala pada tahap awal. Sebaliknya, tanda-tanda serius baru muncul ketika sudah tahap kronis.
"Neuropati diabetik adalah jenis kerusakan saraf yang terjadi pada pasien diabetes tipe 1 dan tipe 2," kata Dr Deborah Lee dari Dr Fox Online Pharmacy.
Pada beberapa kasus, diabetes dapat berkembang menjadi neuropati diabetik. Setidaknya ada enam gejala pada tubuh yang tidak boleh diabaikan karena bisa menjadi pertanda penyakit diabetes.
Gejala awal diabetes bisa dirasakan atau muncul pada tangan, lengan, kaki atau jari. Berikut gejalanya.
1. Kehilangan kemampuan merasakan sakit
2. Tidak merasakan perubahan suhu.
3. Kesemutan dan mati rasa pada bagian tubuh tertentu terutama tangan serta kaki.
4. Nyeri pada kaki, tangan atau tungkai
6. Kelemahan pada tungkai atau sendi.
6. Kehilangan indera posisi
Umumnya, sensasi mati rasa terlebih dahulu terasa pada tangan dan kaki. Kehilangan indra perasa itu kemudian berkembang secara proksimal mempengaruhi kaki, pergelangan kaki dan pergelangan tangan.
“Penderita diabetes tidak merasakan sakit.Jika kaki terbakar, mereka tidak akan bereaksi cepat untuk melepaskan kaki dari panas. Hal ini berlaku pada kaki melepuh sehingga tidak mengganti alas kaki," lanjutnya.
Untuk mencegah hal tersebut, Dr Lee menyarankan penderita diabetes melakukan pemeriksaan kaki secara rutin. Jika mengalami gejala yang mengarah ke neuropati diabetik, disarankan untuk menemui dokter umum.
Meskipun kondisi ini dapat terjadi pada penderita diabetes yang sudah terdiagnosis, ini juga bisa menjadi gejala pertama.
Editor : Abriandi