Kemudian kawasan tanaman pangan dengan luas sekitar 229.308 ha sebagai pondasi utama dalam menjaga ketahanan pangan wilayah. Sementara untuk kawasan perikanan seluas 15.096 ha, memberikan kontribusi terhadap sektor perikanan yang menjadi mata pencaharian penting masyarakat.
Kawasan pertambangan dan energi dengan luas sekitar 587 ha menjadi sumber daya strategis dalam pengembangan industri dan ketersediaan energi.
Sedangkan kawasan pariwisata seluas 1.192 ha menjadi daya tarik utama bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam dan kebudayaan lokal. Terdapat kawasan peruntukan industri seluas 10.662 Ha yang akan menjadi lokomotif ekonomi wilayah.
Kawasan permukiman perkotaan dan perdesaan dengan luas masing-masing 45.999 ha dan 26.672 ha, membantu menciptakan lingkungan yang nyaman dan teratur bagi penduduk.
“Perda ini juga telah mengakomodir komitmen pemenuhan Ruang Terbuka Hijau (RTH) sebesar 30% untuk penyediaan dan perencanaan RTH publik perkotaan dan RTH privat," ujarnya.
Terakhir, kawasan pertahanan dan keamanan serta transportasi dengan luas masing-masing 21 Ha dan 500 Ha, menjadi penunjang strategis dalam menjaga stabilitas dan konektivitas wilayah.
"Perda ini juga menyetujui dua Kecamatan di Kutai Kartanegara, yakni Samboja dan Samboja Barat, dikeluarkan dari RTRW Kutai Kartanegara, karena termasuk sebagai wilayah inti IKN,” pungkasnya.
Editor : Abriandi