Orang Bertato Boleh Kok Donor Darah, Simak Aturan dan Penjelasannya

JAKARTA, iNewsKutai - Stigma orang bertato tidak diperbolehkan mendonorkan darah tidak sepenuhnya benar. Di Indonesia, orang yang sudah merajah badannya tetap diberi kesempatan untuk melakukan misi kemanusiaan tersebut dengan sejumlah syarat.
Seperti kita ketahui, donor darah merupakan kegiatan yang mulia sekaligus bermanfaat bagi kesehatan Anda. Banyak manfaat yang didapatkan karena mendonorkan darahnya. Mulai dari mengurangi stres, meningkatkan produksi sel darah baru, hingga mengurangi risiko kanker dan serangan jantung.
Untuk mendonorkan darah, ada sejumlah syaratnya tersendiri. Terutama orang yang bertato disertai proses screening lebih detail. Melansir dari Healthline, Senin (21/2/2022), mendonorkan darah setelah baru membuat tato atau kurang dari tiga bulan, bisa berbahaya.
Walaupun jarang terjadi, jarum tato yang tidak bersih dapat membawa sejumlah virus yang ditularkan melalui darah, seperti Hepatitis B, Hepatitis C, dan HIV. Namun, bukan berarti orang yang bertato tidak boleh mendonorkan darahnya.
Jika ingin mendonorkan darahnya, orang yang bertato disarankan untuk menunggu sekira satu tahun sebelum memberikan darah untuk mengurangi risiko penularan virus tanpa disadari.
Di Indonesia sendiri ada aturan bagi orang bertato yang ingin mendonorkan darahnya. Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan RI Nomor 91 Tahun 2015 tentang Standar Pelayanan Transfusi Darah, orang bertato masih bisa mendonorkan darahnya setelah enam bulan membuat atau memasang tato di tubuh mereka.
Ini tidak hanya berlaku bagi orang bertato, tetapi juga mereka yang baru saja memasang tindikan atau ditindik. Orang yang bertato atau ditindik sebaiknya menunggu 6 bulan hingga 1 tahun sebelum mendonorkan darahnya.
Adapun berikut syarat pendonor darah seperti dilansir dari situs resmi Palang Merah Indonesia (PMI).
Editor : Abriandi