Paparan asap dapat memicu sejumlah keluhan, seperti batuk, sulit menelan, hingga radang tenggorokan. Risiko tersebut perlu menjadi perhatian ketika kabut asap bertahan dalam waktu lama.
“Kalau dari segi kesehatan, semakin banyak asap tentu akan berpotensi untuk menyebabkan penyakit infeksi saluran pernapasan atas, seperti batuk, susah menelan, radang tenggorokan, dan sebagainya,” kata Budy.
Dinkes Kukar meminta warga tidak menganggap sepele kondisi tersebut. Penggunaan masker, pembatasan aktivitas di luar rumah, serta konsumsi air yang cukup menjadi langkah sederhana untuk mengurangi risiko kesehatan selama cuaca kering dan kabut asap masih berlangsung.
Editor : Dzulfikar
Artikel Terkait
