Di sisi lain, Taufik berharap kepengurusan IKA PMII yang baru tidak sekadar menjalankan agenda internal organisasi. Kehadiran para alumni di berbagai bidang diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan daerah.
Kemitraan dengan pemerintah, menurut dia, tetap diperlukan. Namun, hubungan tersebut diharapkan berjalan beriringan dengan keberanian menyampaikan pandangan dan masukan.
“Harapan kita, pengurus yang sudah dilantik ini bisa menjalankan amanah dan bermitra dengan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara untuk membangun daerah secara berkelanjutan, sehingga masyarakat bisa merasakan kesejahteraan yang adil dan merata,” katanya.
Dengan masa kepengurusan hingga 2031, IKA PMII Kukar diharapkan mampu mengambil peran lebih luas dalam menyuarakan kepentingan masyarakat.
Pesan pemerintah daerah itu sekaligus menempatkan sikap kritis sebagai bagian penting dari kemitraan. Dukungan terhadap pembangunan tidak harus selalu berupa persetujuan, tetapi juga dapat diwujudkan melalui kritik dan gagasan yang mendorong perbaikan kebijakan.
Editor : Suriya Mohamad Said
Artikel Terkait
