Kukar Siapkan MTQH Kaltim, 1.516 Kafilah Diperkirakan Hadir dan Gerakkan Ekonomi Lokal

Dzulfikar Ash
Foto: Sekda Kukar, Sunggono, saat Ekspose MTQH XLVI tingkat Provinsi Kalimantan Timur tahun 2026.

TENGGARONG, iNewsKutai.id – Kutai Kartanegara bersiap menjadi pusat kegiatan keagamaan Kalimantan Timur pada Desember 2026. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) telah memberikan persetujuan terhadap rencana penyelenggaraan Musabaqah Tilawatil Quran dan Hadis (MTQH) XLVI di daerah tersebut.

Persetujuan itu mencakup jadwal, cabang perlombaan, hingga maskot kegiatan. Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara kini mematangkan persiapan teknis menjelang pelaksanaan MTQH yang dijadwalkan berlangsung pada 3–12 Desember 2026.

Sekretaris Daerah Kukar, Sunggono Kasnu, mengatakan hasil ekspose persiapan di Pendopo Odah Etam, Tenggarong, Selasa, 3 November 2026, menjadi bagian dari pemantapan penyelenggaraan bersama LPTQ provinsi.

“Alhamdulillah, hari ini kita sudah mendapat restu dari pengurus LPTQ Provinsi terkait rencana kegiatan, jadwal, lomba, maskot dan lain-lain yang menjadi bagian penting dari proses pelaksanaan kegiatan,” kata Sunggono.

Ia memastikan Kukar siap menjadi tuan rumah. Sejumlah aspek telah dipersiapkan, mulai dari penataan arena, pengaturan kegiatan, hingga pelayanan bagi kafilah yang datang dari berbagai kabupaten dan kota di Kalimantan Timur.

Panitia juga memperhatikan aspek kenyamanan penonton, termasuk pelibatan anak-anak dan pengaturan waktu acara agar tidak berlangsung terlalu larut. Desain pemanfaatan ruang di setiap arena telah disusun dengan dukungan event organizer yang memiliki pengalaman dalam penyelenggaraan MTQ tingkat provinsi.

Sekretaris Daerah Provinsi Kalimantan Timur sekaligus Ketua LPTQ Kaltim, Sri Wahyuni, mengapresiasi persiapan yang dilakukan Kukar. Menurut dia, kesiapan tuan rumah tidak hanya diukur dari fasilitas perlombaan, tetapi juga pelayanan dan penyambutan terhadap para peserta.

Dukungan Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, termasuk rencana jamuan bagi kafilah dalam agenda Pawai Ta’aruf, turut menjadi bagian dari rangkaian penyambutan.

Namun, ada satu aspek operasional yang masih perlu dipastikan, yakni ketersediaan listrik selama kegiatan berlangsung. Sri mengatakan panitia provinsi akan menyampaikan surat khusus kepada PLN untuk meminta dukungan pasokan listrik selama MTQH.

“Nanti kita akan bersurat secara khusus bahwa jaminan PLN harus memberikan dukungan untuk ini. Nanti dalam rapat teknis panitia kita undang juga PLN,” ujarnya.

Di luar agenda perlombaan, penyelenggaraan MTQH juga diharapkan memberikan dampak terhadap aktivitas ekonomi masyarakat. Pemerintah Kabupaten Kukar telah berkoordinasi dengan Dinas Pariwisata untuk melibatkan sektor perhotelan, rumah makan, pelaku wisata, serta usaha pendukung lainnya.

Berdasarkan perhitungan sementara, jumlah kafilah dan ofisial yang diperkirakan hadir mencapai 1.516 orang. Kehadiran ribuan peserta dan pendamping tersebut berpotensi meningkatkan kebutuhan akomodasi, konsumsi, transportasi, hingga produk usaha mikro, kecil, dan menengah.

Bagi Kukar, MTQH XLVI bukan hanya agenda kompetisi membaca dan memahami Al-Quran serta hadis. Penyelenggaraan ini juga menjadi kesempatan memperkenalkan potensi daerah sekaligus menggerakkan sektor jasa dan usaha lokal.

Dengan persiapan yang terus dimatangkan, pemerintah daerah berharap kegiatan tersebut berjalan lancar dan memberikan manfaat yang lebih luas, baik bagi pengembangan syiar keagamaan maupun perekonomian masyarakat.

Editor : Dzulfikar

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network