Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : Buku Sarekat Islam di Kaltim Diluncurkan, Buku Sejarah Nasional Versi Kemenbud Dikritik
Advertisement . Scroll to see content

Masih Jual Obat Sirup Tak Aman, Wali Kota Samarinda Perintahkan Apotek Bandel Ditutup

Kamis, 27 Oktober 2022 | 05:04 WIB
  • author Emy Adawiyah
Masih Jual Obat Sirup Tak Aman, Wali Kota Samarinda Perintahkan Apotek Bandel Ditutup
Wali Kota Samarinda Andi Harun melakukan sidak ke apotek yang masih menjual obat sirup tak aman. (foto: diskominfo)

SAMARINDA, iNewsKutai.id - Pemkot Samarinda menutup dua apotek karena kedapatan tetap menjual obat sirup yang tidak masuk dalam daftar aman Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM), Rabu (26/10/2022).

Instruksi penutupan itu disampaikan langsung Wali Kota Samarinda Andi Harun yang melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah apotek di Kota Tepian menyusul maraknya penyakit gangguan ginjal akut akibat konsumsi obat sirup mengandung zat berbahaya.

Dua apotek yang ditutup sementara tersebut yakni Apotek Milanea Farma dan Apotek Suryanata di Jalan Pangeran Suryanata. Wali kota menemukan beberapa obat sirup dipajang yang tidak termasuk di dalam 133 jenis obat yang dianggap aman. 

"Sesuai peraturan, di sini apoteker tidak ada, ada pajangan obat sirup yang seharusnya tidak boleh dipajang. Saya menyatakan apotek ini sementara ditutup. Saya masih beri peringatan karena ini berindikasi pidana. Tolong dikeluarkan ini (obat sirup) ini semua," tegas Andi Harun kepada pengelola apotek Rabu (26/10/2022).

Dia pun mewanti-wanti kepada pengelola untuk mewajibkan apoteker berjaga setiap saat. Jika tidak, dia memastikan dua apotek tersebut akan terus ditutup selama petugas pengelola obat tidak bisa dihadirkan di tempat.

Editor: Abriandi

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut