Get iNews App with new looks!
Mode Gelap
Aa Text
Share:
Read Next : 78 Pegawai KPK Pelaku Pungli di Rutan hanya Disanksi Minta Maaf ke Publik
Advertisement . Scroll to see content

Pelanggaran Kode Etik Berat, Dewan Pengawas Tendang Firli Bahuri Keluar dari KPK

Rabu, 27 Desember 2023 | 13:49 WIB
  • author Muhammad Farhan/Abriandi
Pelanggaran Kode Etik Berat, Dewan Pengawas Tendang Firli Bahuri Keluar dari KPK
Dewas KPK menghukum Firli Bahuri mundur dari pimpinan KPK. (Foto: Ilustrasi/Ist)

JAKARTA, iNewsKutai.id - Dewan Pengawas (Dewas) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) 'menendang' ketua KPK nonaktif Firli Bahuri dari unsur pimpinan KPK.

Hukuman mundur dari posisi pimpinan KPK dijatuhkan lantaran Firli diputuskan melakukan pelanggaran etik berat dalam pengusutan kasus dugaan korupsi di Kementerian Pertanian.

Ketua Dewas KPK, Tumpak Hatorangan menyatakan, Firli tidak menunjukkan sikap keteladanan dalam tindakan dan perilaku sehari-hari yang dipertanggung jawabkan sesuai UU Peraturan.

Firli terbukti melakukan komunikasi intensif dengan eks menteri pertanian Syahrul Yasin Limpo dan tidak dilaporkan ke pimpinan KPK lainnya.

"Menjatuhkan sanksi berat kepada terperiksa berupa diminta untuk mengajukan pengunduran diri sebagai pimpinan KPK," kata Ketua Dewas KPK, Tumpak Hatorangan, Rabu (27/12/2023).

Tumpak menyatakan, tidak ada hal-hal yang meringankan Firli. Sebaliknya, Firli tidak mengakui perbuatannya dan tidak hadir dalam persidangan kode etik tanpa alasan yang sah. 

"Terperiksa seharusnya menjadi contoh implementasikan kode etik tapi malah melakukan sebaliknya sudah pernah dijatuhkan kode etik," tegasnya. 

Dewas KPK juga membeberkan sejumlah komunikasi antara Firli Bahuri dengan Syahrul Yasin Limpo. 

"Selain melakukan pertemuan dengan saksi Syahrul Yasin Limpo, terperiksa (Firli Bahuri) juga pernah melakukan komunikasi dengan saksi melalui pesan aplikasi WhatsApp," kata Anggota Dewas KPK, Syamsuddin Haris.

Editor: Abriandi

Related News

Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.

Latest News

 
iNews Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik lebih lanjut